June 16, 2009

Panduan Memilih Tawaran Kerja bagi Fresh Graduate

Posted in Aulya Deffitha PPS (06104241037) at 11:35 pm by adminkarir

Setelah cukup lama berkutat mencari kerja , akhirnya tawaran kerja itu datang juga. Bukan hanya satu atau dua, melainkan tiga. Fiuh, leganya. Akhirnya pencariannya berakhir juga. Tapi Eits… Tunggu dulu. Ini masih belum selesai. Anda masih harus memutuskan apakah pekerjaan yang bersangkutan memang benar2 tepat bagi Anda. Ini juga urusan besar lho. Bagaimana tidak, kita di sini bicara tentang peluncuran karir Anda. Keputusan yang baik akan membuat Anda mendapatkan pijakan karir yang mantap. Lantas bagaimana Anda bisa memutuskan apakah tawaran pekerjaan tertentu cocok bagi Anda? Berikut adalah perihal utama yang perlu Anda pertimbangkan:

1. Diri Anda sendiri

Sudah keliatan jelas ya? Mungkin. Tapi ternyata cukup mudah bagi seseorang untuk masuk ke perangkap pengambilan keputusan terima atau tidak terima berdasarkan keinginan atau dorongan orang lain. Apakah Anda termasuk orang yang mudah terpengaruh? Nah, ini bukanlah waktunya bagi Anda mengambil pekerjaan hanya karena Anda merasa bahwa itu memang sudah yang sepatutnya Anda ambil atau karena teman atau orang tua Anda memaksa untuk itu (meskipun tentu kita perlu amat menghormati keinginan orang tua kita). Yang jelas, ini adalah saat di mana Anda sendiri lah yang harus pertimbangkan keinginan, minat dan kebutuhan diri. Toh pada akhirnya Anda sendiri lah yang akan menginvestasikan waktu dan tenaga Anda di pekerjaan itu.

2. Gaji dan Tunjangan.

Tampaknya memang sudah jelas, tapi banyak lulusan perguruan tinggi yang cuma punya sedikit gambaran tentang berapa sih tepatnya yang mereka butuhkan dan minta di pekerjaan pertama mereka. Sekarang adalah saatnya Anda tentukan nilai baik dan bisa diterima dari gaji Anda itu berapa, termasuk tunjangan-tunjangannya. Nilai spesifik tiap profesi bisa jadi amat bervariasi. Silahkan baca majalah bisnis atau semacam SWA untuk mengetahui gambaran info tentang ini, untuk kemudian juga disesuaikan dengan kota tempat Anda akan bekerja.

3. Tugas Yang Diemban

Apakah pekerjaan yang ditawarkan benar2 tampak menarik bagi Anda? Apakah Anda merasa tertantang, ataukah Anda merasa bakal mati kebosanan setelah waktu yang tak lama? Apakah Anda akan mampu mengaplikasikan pengalaman dan keterampilan yang telah Anda pelajari selama kuliah dan magang? Ataukah Anda merasa akan mendapatkan program pengembangan diri dari perusahaan? Jika Anda bekerja full time, maka waktu yang akan Anda habiskan untuk kerja mencapai 2 ribu jam per tahunnya. Tentunya Anda inginkan itu akan jadi pekerjaan yang menantang dan tidak membosankan.

4. Budaya Perusahaan

Perusahaan atau organisasinya itu seperti apa sih tepatnya? Misal saja, apakah orang2 yang ada di sana punya hubungan yang baik satu sama lain dan saling menghargai? Baik, informasi semacam ini memang cukup susah untuk didapat manakala Anda masih berada di luar. Jika memang Anda tidak punya rekan atau kenalan dari dalam perusahaan, maka Anda bisa membaca indikasi budaya perusahaan pada saat wawancara; bagaimana sikap resepsionisnya, apa yang dilakukan sesama karyawan manakala mereka bertemu, bagaimana sikap karyawan manakala bertemu dengan atasannya, dan hal-hal lain yang Anda punya semacam intuisi ’sreg’ atau tidak. Minimal, cobalah googling dan temukan berita2 terkait perusahaan bersangkutan.

5. Peluang Bertumbuh

Apakah pekerjaan itu memberikan Anda kesempatan untuk mengalami apa2 yang belum pernah Anda alami dan mempelajari hal-hal yang belum Anda ketahui? Apakah ada kesempatan bagi Anda untuk mendapat training tambahan sehingga Anda bisa belajar software baru semisal, atau pendekatan internet marketing terbaru? Bagaimanakah peluang Anda untuk bisa naik tingkat di perusahaan seiring berjalannya waktu dan prestasi?

6. Bos Anda

Supervisor atau manajer langsung Anda punya pengaruh besar untuk membuat pekerjaan pertama Anda apakah menjadi pengalaman yang menyenangkan atau penuh penderitaan. Bila Anda bisa berkesempatan untuk berhadapan dengan supervisor atau manajer langsung Anda, maka cobalah lakukan obrolan di luar sesi formal untuk paling tidak mendapatkan gambaran tentang bagaimana sikap dan gaya dia. Tapi ini biasanya kurang akurat. Bagus lagi bila Anda punya rekan atau teman yang bisa jadi tempat bertanya.

7. Lokasi Perusahaan

Apakah Anda akan bekerja di tempat yang ramai seperti di jakarta atau di daerah yang lebih ’sepi’? Apakah pekerjaan Anda akan menuntut Anda melakukan perjalanan jauh atau lama setiap hari? Bila iya, apakah itu tak masalah bagi Anda?

. . .

Itu sedikit saja hal-hal yang bisa jadi pertimbangan. Beberapa hal lain yang juga biasa jadi pertimbangan adalah: lingkungan kerja yang aman, reputasi perusahaan, ketersediaan kendaraan angkutan untuk karyawan, tempat parkir yang layak, kantor yang bagus atau minimal layak, jam kerja yang masuk akal (tidak sampai lembur semalaman misal).

Terlepas dari apa-apa yang sudah saya sampaikan di atas, janganlah kemudian bersikap terlalu pilah pilih sedemikian rupa apalagi atas informasi yang belum pasti seperti apa. Kita perlu bersikap realitis dengan memahami bahwa pekerjaan yang benar-benar ideal itu tidaklah ada. Dalam pekerjaan dan profesi apapun, kita pasti akan menemui aspek2 yang tidak kita sukai atau minimal kurang menikmati dalam menjalaninya. Yang penting di sini adalah kita tahu aspek manakah yang paling kita anggap penting. Atas faktor2 di atas, apa yang dianggap penting bagi satu orang belum tentu akan dianggap penting bagi orang lain. Dan amat penting juga untuk tidak menganggap hal yang remeh sebagaia hal yang terlalu dipenting-pentingkan. Tapi tentu ini akhirnya kembali ke diri kita masing-masing

Sumber: http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/panduan-memilih-tawaran-kerja-bagi-fresh-graduate/. Tanggal akses 4 April 2009

Pilih SMA atau SMK?

Posted in Aulya Deffitha PPS (06104241037) at 11:34 pm by adminkarir

Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional.

Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan , kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Tujuan SMU :

1.Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri dari sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan kesenian.

2.Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitarnya.

3.Menyiapkan siswa untuk dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi

Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK):

1.Menyiapkan siswa agar memiliki kepribadian yang bermoral dan beretika sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan memiliki keahlian yang andal di bidangnya ( terutama di bidang akomodasi perhotelan, usaha jasa pariwisata dan boga ).

2.Menyiapkan siswa agar mampu menguasai dan mengikuti perkembangan teknologi

3.Menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja yang terampil produktif untuk dapat mengisi lowongan kerja yang ada dan mampu menciptakan lapangan kerja terutama dibidang akomodasi perhotelan, usaha jasa pariwisata dan boga

4.Memberikan peluang masa depan lebih baik, jika tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi

Sumber: Sumber: http://andydoanx2525.blog.friendster.com/2008/11/which-do-you-prefer-smu-or-smk/. Akses 27 maret 2009

Optimis, Raih Cita-Citamu!

Posted in Aulya Deffitha PPS (06104241037) at 11:29 pm by adminkarir

  1. Buat cita-cita yang bisa diraih, dan yakini diri kalau kita pasti bisa meraihnya.

Sering kita merasa gagal dalam meraih keinginan atau cita-cita yang sudah dibuat. Hal ini dikarenakan kita sendiri yang terlalu kreatif membuat cita-cita yang tidak realistis dengan keadaan diri kita sendiri. Simpan dulu saja keinginan untuk merubah dunia. Fokus pada cita-cita yang berefek pada diri sendiri dan masih dalam area kemampuan kita.

2. Tulis cita-cita kita dan lakukan perencanaan untuk menggapainya secara lengkap dan terperinci.

Kalau punya cita-cita yang besar, kita harus buat jalan atau langkah demi langkah apa saja yang harus dilalui. Anggap saja impian besar kita itu adalah kemenangan pada pertandingan final, dimana untuk mencapainya kita harus melalui dulu beberapa pertandingan sebelumnya. Keberhasilan kita mengerjakan langkah demi langkah dalam proses meraih cita-cita ibarat kemenangan yang kita raih pada setiap babak pertandingan.

3. Buat jangka waktu dan biasakan untuk selalu disiplin.

Supaya bisa mencapai ke tujuan kita perlu membuat pembagian waktu yang berisi langkah-langkah apa saja yang harus dikerjakan. Pada setiap langkahnya buat batas final kapan harus selesai. Misal cita-cita kita adalah berolahraga selama 30 menit setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu. Kita bisa memulainya dengan jadwal sekali seminggu dulu, kemudian dua kali hingga akhirnya bisa tiga kali seminggu. Jangan lupa untuk memberi tanda bintang sebagai lambang keberhasilan pada setiap langkah yang bisa dicapai.

4. Jadikan sebuah cita-cita mempunyai multi tujuan.

    Maksudnya adalah, setiap kali kita mempunyai cita-cita, maka kita menempelkan terhadapnya beberapa alasan sekaligus kenapa kita menginginkannya. Misalnya, kita ingin membuka usaha selepas sekolah, tentu akan menjadi kecewa bila ternyata gagal. Sering terjadi karena gagal mendapatkan keinginan tersebut, kita menjadi sedih luar biasa, bahkan menjadi frustasi dengan hidup. Kiat yang harus dilakukan oleh kita adalah memberikan alasan yang lebih banyak kenapa kita ingin bewiraswasta selepas sekolah. Hal ini akan membantumu untuk lebih giat meraih apa yang kita inginkan.

    Kalau kita membiasakan diri untuk selalu membuat tekad atau cita-cita lengkap dengan langkah-langkah nyatanya, bisa dipastikan hidup kita juga akan lebih terarah dan rapih, alias tidak berantakan kemana-mana tanpa tujuan. Satu hal yang tidak boleh dilupakan : tetap semangat dan optimis !

    Mengenal Dunia Perguruan Tinggi

    Posted in Aulya Deffitha PPS (06104241037) at 11:24 pm by adminkarir

    Setelah menyelasaikan SMA, bercita-cita melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi, siswa sering merasakan bingung dan bimbang dalam menentukan Perguruan Tinggi yang akan dipilih serta fakultas yang akan dimasuki. Oleh karena itu, kiranya bila siswa mengatahui bentuk-bentuk perguruan tinggi agar nantinya dapat memasuki perguruan tinggi yang cocok untuknya.

    Bentuk Perguruan Tinggi

    Banyak sekali yang dapat dijumpai di indonesia. Antara lain Universitas Gaja Mada, Universitas Negeri Yokyakarta, Universitas Jenderal Sudiraman, Akademi Gizi, dan Sekolah Tinggi Akutansi.

    Menurut undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bentuk pendidikan tinggi adalah sebagai berikut:

    1. Akademi merupakan pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terapan dalam satu cabang atau sebagai ilmu pengetahuan atau kesenian tertentu.

    Contoh: Akademi Krawitan, Akademi Ilmu masyarakat, Akademi Pariwisata, Akademi Akutansi dan masih bayak lagi akademi lainnya.

    2. Politeknik adalah pendidikan   tinggi yang menyelenggarakan terapan dalam sejumlah pengetahuan khusus.

    Contoh:  Politeknik Negeri Semarang.

    3. Sekolah tinggi merupakan pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik/profesional dalam bidang disiplin ilmu tertentu.

    Contoh: Sekolah Tinggi Ilmu komuikasi, Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata, Sekolah Tinggi Ilmu Akutansi dan Perbankan.

    4. Institut adalah pendidikan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/ propesional dalam sejumlah disiplin ilmu tertentu.

    Contoh: Institut Teknologi Bandung.

    5. Universitas adalah pendidikan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas dari bermacam-macam disiplin ilmu.

    Contoh: Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Erlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret.

    Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/

    Kenali Bakat dan Bangun Karir Anda!

    Posted in Aulya Deffitha PPS (06104241037) at 11:21 pm by adminkarir

    Kebanyakan bimbingan karir mengabaikan masalah bakat – seperti dalam pertanyaan, apakah Anda sudah berkecukupan untuk dibayar melakukan pekerjaan yang Anda senangi? Karena jawabannya terkadang tidak, jadi kita lebih sering menghidari masalah ini. Tetapi mengabaikan untuk menaksir bakat Anda bukanlah strategi yang benar.

    Berita baiknya adalah bahwa kebanyakan profesi atau pekerjaan, bahkan yang paling menarik sekalipun, dapat diakses asalkan Anda bersedia untuk bekerja keras. Berita yang lebih baik lagi adalah biasanya bakat kita sama dengan apa yang menarik bagi kita.

    Ahli psikologi Abraham Maslow menemukan bahwa bakat yang terlahir dalam diri seseorang pada suatu saat akan timbul sebagai suatu kebutuhan, dan perlu mendapatkan perhatian serius. Peluang terbaik untuk menemukan bakat tersembunyi Anda adalah dengan menyelidiki bakat-bakat terdalam Anda, kemudian tumbuhkanlah kekuatan-kekuatan yang diakui di pasar.

    Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ahli psikologi bisnis Timothy Butler dan James Waldroop dari Harvard menyimpulkan, “Ada delapan fungsi bisnis inti, semuanya adalah kegiatan dasar seperti analisis kuantitatif, pengembangan teori, berpikir perseptual, mengelola orang, pengendalian usaha, dan produksi kreatif.

    Jika Anda memperhatikan minat terdalam Anda dan memikirkan bagaimana hal itu dapat dinyatakan dalam perilaku bisnis spesifik, maka Anda sudah menemukan unsur-unsur dari keputusan karir yang baik.

    Ini adalah nasihat yang bijaksana tetapi belum tentu berlaku untuk sebagian kalangan, bahkan untuk kegiatan bisnis dalam pengertian yang seluas-luasnya. Mungkin Anda memiliki suatu hobi atau kegemaran yang secara tidak langsung dapat diterjemahkan menjadi sesuatu yang komersial, namun Anda tidak tahu bagaimana memulainya.

    Gagasan ‘do what you love, the money will follow‘ kelihatannya sangat cantik dan ideal untuk dijadikan sasaran, tetapi Anda tidak dapat mengandalkannya kalau Anda tidak berani mencobanya mulai saat ini. Kadangkala kita sering merasa minder hanya gara-gara bakat dan kemampuan kita ‘belum mendapat pengakuan’.

    Sadarilah bahwa pasar di luar sana bukan main kompetitif, dengan banyak sekali orang sangat berbakat yang mencari penghidupan sesuai bakat mereka masing-masing. Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan inspirasi. Perlakukanlah bakat kita sebagai sesuatu yang harus selalu dirawat dan dipelihara untuk meraih kesuksesan.

    Berpikir menurut alur seperti ini akan membuat Anda bebas mempertimbangkan kehidupan ekonomi Anda sebagai bagian dari teka-teki multidimensional kehidupan yang sempurna. Jadi, mulai saat ini temukanlah sesuatu yang unik dari bagian diri Anda untuk dikembangkan menjadi suatu pilihan karir atau sumber pendapatan.

    Berikut ini ada beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan untuk menyelidiki bakat Anda:

    1. Cobalah buat sebuah buku harian pekerjaan dan catatlah pada bidang apa sajakah Anda biasanya merasa cocok atau sering mendapatkan pujian untuk hal itu.
    2. Tulis kekuatan-kekuatan yang Anda miliki di satu kolom dan buatlah verifikasi tentang mengapa itu menjadi kekuatan Anda di kolom lainnya. Setelah mencatat sekitar sepuluh kekuatan, tentukanlah priroritas kekuatan yang Anda miliki.
    3. Sering-seringlah bertanya pada diri Anda sendiri tentang apa sajakah yang anda anggap sebagai prestasi atau kepandaian terbesar anda selama ini.
    4. Lihat jenis-jenis kecerdasan/intelejensia di bawah ini dan renungkan mana yang terbaik yang anda miliki:
    • Logis-matematis: anda senang menganalisis masalah dan berstrategi.
    • Spatial: anda cenderung artistik, juga suka mengatur-atur obyek.
    • Musikal: anda punya sensitifitas tinggi pada irama dan tempo.
    • Linguistik: anda pandai bersilat lidah dan membawakan cerita.
    • Interpersonal: anda mudah dan terampil dalam bersosialisasi.
    • Bodily-kinesthetic: anda punya bakat olah tubuh yang luar biasa.
    • Intrapersonal: anda mampu memahami dan merasakan diri sendiri.
    • Naturalis: anda suka ke alam bebas dan berupaya melindunginya.

    5.  Minta pada kawan yang mengenal Anda dengan baik dan pertimbangannya selalu Anda dengarkan, untuk menyebutkan lima kekuatan utama Anda dan alasannya.

    6. Untuk suatu pandangan diri yang lebih lengkap dan obyektif, ajak sekelompok teman dekat untuk membicarakan kekuatan dan kelemahan masing-masing. Apakah yang orang lain katakan sebagian cocok dengan bagaimana Anda melihat diri Anda?

    Sumber: http://lidyalie.dagdigdug.com/. Akses 20 april 2008

    TIPS MEMILIH JURUSAN KULIAH DI PERGURUAN TINGGI YANG TEPAT

    Posted in Ninik Widayanti (06104241016) at 11:17 pm by adminkarir

    Pada umumnya siswa yang telah lulus dari SMA, SMEA, SMK dan jenjang sederajat lainnya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri / PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta / PTS.

    Pada perguruan tinggi terdapat penjurusan mahasiswa berdasarkan subyek mata kuliah yang diambil. Setiap jurusan memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Jurusan yang memiliki sifat yang serupa akan digabung dalam suatu fakultas, akademi, sekolah tinggi, dan lain sebagainya.

    Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi Anda di masa depan.

    Cara memilih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik adalah sebagai berikut :

    1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat

    Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika Anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.

    Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.

    2. Realistis

    Selain menyesuaikan keinginan dan minat, Anda harus berpikir realistis. Jangan terlalu idealis. Tanpa bermaksud mendeskreditkan jurusan-jurusan tertentu, ketika Anda sangat menyukai seni berpuisi atau tertarik dengan kajian-kajian islam, Anda tidak perlu serta merta kemudian memilih jurusan sastra Indonesia atau sastra arab. Namun Anda bisa menjalankan ketertarikan Anda tersebut di luar banku kuliah, misalnya mengikuti komunitas bahasa atau kajian-kajian islam di universitas. Mengapa? Karena lapangan pekerjaan sejenis jurusan-jurusan tersebut, sangat sulit diperoleh. Bukankah tujuan Anda kuliah adalah untuk memperoleh pekerjaan?

    1. 3. Informasi yang Sempurna

    Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.

    Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.

    4. Lokasi dan Biaya

    Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.

    Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan Anda.

    5. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima

    Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.

    Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi massal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi Anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan Anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.

    Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan dan tempat yang Anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan Anda.

    6. Masa Depan Karir dan Pekerjaan

    Lihatlah ke depan setelah Anda lulus nanti. Apakah jurusan yang Anda ambil nanti dapat mengantar Anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang Anda ambil sah-sah saja.

    7. Kenali Pesaing

    Mengenali pesaing dapat Anda lakukan melalui try-out yang sering diadadakan oleh beberapa lembaga belajar di kota Anda. Setelah itu ukur tingkat persaingan dengan perbandingan minat terhadap fakultas di perguruan tinggi terkait, yang bisa Anda peroleh dari guru sekolah atau guru bimbingan belajar. Misalnya, Arsitektur UGM daya tampung 40 orang dengan peminat 1600 orang , berarti Anda harus menganyingkirkan 40 orang pesaing untuk bisa diterima disana.

    8. Pahami Jejaring Perguruan Tinggi Tujuan (Campuss Networking)

    Carilah informasi lebih jauh tentang jejaring kampus tujuan Anda, apakah ia memiliki link khusus dengan suatu perusahaan tertentu? apakan lulusannya punya jaringan kuat di perusahaan-perusahaan besar? Misalnya Freeport banyak merekrut mahasiswa lulusan geologi dari Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta, PT. Astra International kebanyakan merekrut mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM), atau Perusahahan Swasta Asing yang cenderung merekrut mahasiswa lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), dsb.

    9. Tren

    Yang dimaksud di sini bukan tren lapangan kerja saat ini, tepi tren lapangan kerja 5 sampai 10 tahun kedepan. Kemampuan membaca tren 5-10 tahun kedepan Anda perlu miliki atau setidaknya minta pertimbangan orang tua atau guru Anda. Tren ini dipergunakan untuk memprediksi lapangan pekerjaan apa yang akan booming atau naik daun setelah Anda lulus kuliah nanti, sehingga diharapkan Anda akan mudah mencari pekerjaan. Misalnya, ketika tahun 1995/1996, dimana bisnis property tengah booming, banyak siswa SMU memilih jurusan-jurusan sektor riil seperti teknik arsitektur/teknik sipil. Namun apa yang terjadi 5 tahun kemudian? Krisis moneter yang dimulai pada tahun 1998 memporakporandakan sektor riil yang berdampak pada banyaknya perusahaan property yang gulung tikar. Dimana imbas yang dirasakan ketika itu adalah banyaknya mahasiswa lulusan Teknik Arsitektur/Teknik Sipil yang sulit mencari pekerjaan. Walaupun, saat ini kondisi sudah kembali normal. Jurusan yang tidak mengenal ‘tren sesaat’ namun sekaligus juga ketat persaingannya ketika Anda mencari pekerjaan adalah jurusan-jurusan ‘netral’ seperti ekonomi, hukum, fisip, informatika dan geologi.

    Biarkanlah hati dan akal sehat Anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan Anda. Selamat berjuang!

    Sumber pustaka :

    http://www.rajasolusi.com/index.php?option=com_content&view=article&id=298:tips-memilih-jurusan-kuliah-di-perguruan-tinggi-yang-tepat&catid=50:pendidikan&Itemid=76

    http://tipsanda.com/2009/04/30/tips-cermat-memilih-jurusan-kuliah/

    TIPS MEMILIH PERGURUAN TINGGI

    Posted in Ninik Widayanti (06104241016) at 11:16 pm by adminkarir

    Berikut ini adalah beberapa tips memilih perguruan tinggi dibawah ini :

    1. Minat

    Faktor utama yang harus kamu ketahui adalah minat kamu sendiri. Kalo kamu udah tau minat kamu ke program studi apa, akan semakin memudahkan kamu memilih perguruan tinggi dan yang lebih penting kamu akan mudah dan terpacu untuk menyelesaikan studimu.

    2. Biaya

    Seringkali universitas yang kita inginkan nggak sesuai dengan keadaan keuangan ortu kita. Kuliah di Perguruan Tinggi emang banyak komponen biayanya seperti misalnya uang pendaftaran, uang gedung, spp, uang praktikum, de-el-el. Yang lebih nggak bisa diperkirakan adalah biaya mendadak seperti fotokopi, beli buku, ataupun transportasi. Belum lagi kalo kita musti kos karena tempat kuliah yang jauh dari rumah. Jadi, supaya amannya, pada saat kamu akan melakukan pendaftaran, tanyakan secara detail biaya apa saja yang harus kamu tanggung selama kuliah.

    3. Prospek

    Saat ini banyak banget program studi yang ditawarkan baik oleh PTN maupun PTS, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa mendatang. Manakah yang akan kamu pilih, program studi yang selalu menjadi favorit, tapi pada akhirnya banyak lulusannya yang menganggurataukah program studi yang tidak termasuk kategori favorit, tapi begitu lulus langsung dapet kerja (biasanya karena lulusannya yang langka sedangkan dunia kerja masih sangat terbuka)??

    1. 4. Reputasi

    Apakah kamu memilih perguruan tinggi karena perguruan tinggi tersebut terkenal saja? Wah…itu salah. Ada bebepa faktor yang harus kamu pertimbangkan jika kamu ingin memilih perguruan tinggi tersebut, misalkan bagaimana fasilitas belajar-mengajarnya, kualitas lulusannya, dan bagaimana reputasi perguruan tinggi tersebut di kalangan pendidik.

    5. Status Akreditasi

    Kalo tahun-tahun sebelumnya kamu kenal dengan status disamakan, diakui ataupun terdaftar, sekarang ini ada yang dinamakan dengan status akreditasi. Status inilah yang saat ini menjadi salah satu faktor utama yang digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya.

    6. Jalur dan Jenjang Pendidikan

    Saat ini banyak sekali program pendidikan dengan berbagai jangka waktu tempuh pendidikan. Untuk itu kamu bisa memilih berapa lama akan menghabiskan waktu yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan kamu. Untuk Indonesia, kita memiliki 2 jenjang jalur pendidikan yaitu jalur akademik (strata 1, 2, 3) serta jalur profesional (diploma 1, 2, 3). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada keahlian tertentu.

    7. Fasilitas Pendidikan

    Hati-hatilah dengan tampilan fisik. Himbauan ini nggak hanya berlaku kalo kita memilih teman, tetapi berlaku juga jika kita akan memilih suatu perguruan tinggi. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus kami ketahui dalam suatu perguruan tinggi adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), studio dan perpustakaan yang dimiliki.

    Sumber pustaka :

    http://www.rajaraja.com/tipstrik_detail.php?id_tips=137

    PEMILIHAN JURUSAN DI SMA

    Posted in Ninik Widayanti (06104241016) at 11:14 pm by adminkarir

    Setiap manusia dilahirkan unik dengan bakat dan kepribadian yang berbeda. Dalam pendidikan di sekolah, perbedaan masing-masing siswa harus diperhatikan karena dapat menentukan baik buruknya prestasi belajar siswa (Snow, 1986). Sejalan dengan itu, Slamet Iman Santoso (1979) mengemukakan, bahwa tujuan sekolah yang mendasar adalah mengembangkan semua bakat dan kemampuan siswa, selama proses pendidikan hingga mencapai tingkat.

    Perbedaan individual antara siswa di sekolah di antaranya meliputi perbedaan kemampuan kognitif, motivasi berprestasi, minat dan kreativitas (Snow 1986). Lebih lanjut Snow mengemukakan bahwa oleh karena adanya perbedaan individu tersebut, maka fungsi pendidikan tidak hanya dalam proses belajar mengajar, tetapi juga meliputi bimbingan/konseling, pemilihan dan penempatan siswa sesuai dengan kapasitas individual yang dimiliki, rancangan sistem pengajaran yang sesuai dan strategi mengajar yang disesuaikan dengan karakteristik individu siswa.

    Oleh karena itu, sekolah memegang peranan penting untuk dapat mengembangkan potensi diri yang dimiliki siswa. Kemungkinan yang akan terjadi jika siswa mengalami kesalahan dalam penjurusan adalah rendahnya prestasi belajar siswa atau dapat menyebabkan terjadinya kegamangan dalam aktualisasi diri. Tak jarang siswa tidak mengerti alasan pemilihan jurusan tersebut, hendak kemana setelah tamat sekolah dan apa cita-citanya.

    Psikolog UI, Indri Savitri, mengemukakan bahwa penjurusan siswa di sekolah menengah tidak saja ditentukan oleh kemampuan akademik tetapi juga harus didukung oleh faktor minat, karena karakteristik suatu ilmu menuntut karakteristik yang sama dari yang mempelajarinya. Dengan demikian, siswa yang mempelajari suatu ilmu yang sesuai dengan karakteristik kepribadiannya (minat terhadap suatu ilmu tertentu) akan merasa senang ketika mempelajari ilmu tersebut (Gupta et.al. 2006). Penelitian lain menunjukkan, bahwa faktor kepribadian mempengaruhi secara positif prestasi akademik (Furnham et. al, 2006). Dengan demikian penjurusan bukan masalah kecerdasan tetapi masalah minat dan bakat siswa.

    Minat seperti yang dipahami dan dipakai oleh orang selama ini dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang studi tertentu. Seorang siswa yang berminat pada matematika akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa lain. Karena pemusatan perhatian intensif terhadap materi, siswa akan belajar lebih giat dan mencapai prestasi yang diinginkan. Pada diri siswa terdapat minat khusus yang berbeda satu dengan lainnya. Perbedaan siswa dalam minat akan menentukan pilihan karir di masa yang akan datang. Penjurusan siswa di sekolah menengah atas menjadi titik awal yang menentukan profesi di masa depan.

    Sesuai kurikulum yang berlaku di seluruh Indonesia, maka siswa kelas X SMA yang naik ke kelas XI akan mengalami pemilihan jurusan/enjurusan. Penjurusan yang tersedia di SMA meliputi Ilmu Alam (IPA), Ilmu Sosial (IPS), dan Ilmu Bahasa. Penjurusan akan disesuaikan dengan minat dan kemampuan siswa. Tujuannya agar kelak di kemudian hari, pelajaran yang akan diberikan kepada siswa menjadi lebih terarah karena telah sesuai dengan minatnya. Sebelum waktu penjurusan, guru BK/BP telah melakukan psikotes sehingga potensi siswa secara psikologis lebih dapat lebih tergali dan penjurusan yang akan dilakukan tidak salah arah.

    Penjurusan di SMA dilakukan dengan mempertimbangkan orientasi siswa yakni sebagai berikut :

    1. Melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi ke program studi Ilmu Alam, Ilmu Sosial, atau Bahasa sesuai dengan minat setelah lulus dari SMA.
    2. Bekerja di masyarakat; penjurusan merupakan salah satu proses penempatan atau penyaluran dalam pemilihan program pengajaran para siswa SMA. Dalam penjurusan ini, siswa diberi kesempatan memilih jurusan yang paling cocok dengan karakteristik dirinya. Ketepatan memilih jurusan dapat menentukan keberhasilan belajar siswa. Sebaliknya, kesempatan yang sangat baik bagi siswa akan hilang karena kekurangtepatan menentukan jurusan.

    Tujuan penjurusan antara lain :

    1. Mengelompokkan siswa sesuai kecakapan, kemampuan, bakat, dan minat yang relatif sama.
    2. Membantu mempersiapkan siswa melanjutkan studi dan memilih dunia kerja.
    3. Membantu memperkokoh keberhasilan dan kecocokan atas prestasi yang akan dicapai di waktu mendatang (kelanjutan studi dan dunia kerja).

    Siswa yang naik kelas XI dan akan mengambil program studi tertentu (IPA, IPS dan Bahasa) boleh memiliki nilai tidak tuntas paling banyak tiga pelajaran. Mata pelajaran IPA lebih menitikberatkan pada penguasaan konsep-konsep IPA untuk kepentingan siswa menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi yang lain adalah memberikan makna pembekalan agar siswa tersebut dapat survive di percaturan kompetisi perkembangan sains dan teknologi bagi kepentingan kesejahteraan masyarakatnya. Dengan demikian penilaian akademik lebih terfokus pada penguasaan konsep-konsep IPA dan keterampilannya dalam melakukan observasi, memahami atau menemukan konsep-konsep IPA.

    Untuk mata pelajaran IPS menitikberatkan pengembangan keterampilan ilmu sosial. Penilaian akademik menitiberatkan pada keterampilan sosial seperti membuat peta, maket rumah, interaksi sosial, dan adaptif terhadap lingkungan sosial. Mata pelajaran Bahasa menitikberatkan pengembangan keterampilan bahasa seperti membuat surat, menyusun karya tulis, mengerjakan instruksi lisan, dialog dan berpidato.

    IPA dan IPS sama-sama membutuhkan keahlian tersendiri dan sama-sama memerlukan minat dan kecerdasan. Maka orang tua dan guru seyogyanya bersikap arif dalam penjurusan ini. Ajaklah anak-anak kita mengenali minat dan potensi mereka sendiri sekaligus arahkanlah sesuai hal tersebut. Bila sang anak berminat memasuki jurusan IPS, maka guru dan orang tua patut mendorong dan mendukungnya demikian pula sebaliknya. Bagi para guru BK/BP di pundak andalah tanggung jawab untuk membimbing para siswa mengenali potensi dirinya masing-masing.

    Berdasarkan buku pedoman Pelaporan Hasil belajar Peserta didik untuk Kurikulum berbasis kompetensi dari Dirjen Didasmen Jakarta tahun 2006 dan keputusan rapat wali kelas, Komite dan BK, sekolah menetapkan sementara membuka 2 program yaitu IPA dan IPS.

    Adapun syarat pemilihan jurusan masing-masing program sebagai berikut :

    1. Prestasi nilai akademik:

    a. Jurusan IPA

    • Nilai Biologi, Fisika dan Kimia minimal 70
    • Nilai matematika minimal 65
    • Nilai rata-rata IPA (Matematika, Fisika, dan Kimia) minimal 65

    b. Jurusan IPS

    • Nilai Sejarah, Geografi dan Sosiologi  minimal 70
    • Nilai Ekonomi minimal 65
    • Nilai rata-rata IPS (Ekonomi, Sejarah, Geografi dan Sosiologi ) minimal 65
    1. Hasil tes psikologi siswa
    2. Hasil kesepakatan orang tua, BK dan wali kelas

    Tips memilih jurusan :

    1. Kenali kemampuan, bakat dan minat
    2. Baca prospek ke depan
    3. Restu orang tua
    4. Berusaha

    Daftar Pustaka :


    Departemen Pendidikan Nasional. (2004) Panduan Penilaian Penjurusan Kenaikan Kelas dan Pindah Sekolah, Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

    www.kabarindonesia.com

    TIPS MENULIS SURAT LAMARAN PEKERJAAN YANG BAIK

    Posted in Ninik Widayanti (06104241016) at 11:12 pm by adminkarir

    Surat lamaran pekerjaan atau cover letter adalah bagian terpenting dari seluruh dokumen lamaran anda. Untuk itu usahakan menulisnya dengan cara yang benar, sehingga user/calon penerima anda sebagai karyawan akan terkesan dan memanggil anda untuk interview. Nah berikut ini tips untuk menulis dengan benar. Ada 2 kelompok hal yang perlu anda lakukan, yaitu hal umum dan khusus.

    1. Umum:

    • Jangan menulis dengan tulisan tangan, surat lamaran harus diketik komputer
    • Hindari coretan atau tip-ex
    • Pastikan nama perusahaan benar dalam surat lamaran anda
    • Tujukan ke seseorang dengan jelas, nama, jabatan, tempat/lantai dimana dia berkantor
    • Tulisan harus rapi dan bersih
    • Singkat dan padat
    • Baca kembali surat lamaran anda dan pastikan sudah tidak ada kesalahan lagi dari sisi: ejaan, tidak ada kata yang repetitive atau berulang-ulang, tata bahasa sudah sesuai dengan konteks-nya.

    2. Khusus:

    Isi dari surat lamaran anda harus minimal memuat informasi ini:

    • Pembukaan: Berisi perkenalan tentang diri anda (termasuk pendidikan terakhir anda) dan dari mana anda mendapatkan informasi tentang lowongan tersebut.
    • Aktivitas/pekerjaan anda sekarang secara singkat. Dalam bidang apa, posisi awal dan sekarang, berapa team anda atau sub-ordinate yang anda kelola.
    • Gambarkan singkat pengetahuan anda tentang: industri dan dunia pekerjaan yang anda ingin lamar tersebut. Untuk ini anda harus mencari tahu trend mengenai industri/bidang apa perusahaan tersebut bergerak. Contoh: jika anda melamar posisi perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi, anda gambarkan pengetahuan anda mengenai dunia telekomunikasi dan trend-nya. Untuk itu anda harus cari informasi yang tepat mengenai dunia industri telekomunikasi.
    • Penutup: Ekspresikan bahwa anda dapat berbuat banyak dan membawa nilai lebih untuk perusahaan tersebut dan tunjukkan antusiasme anda untuk posisi tersebut. Tunjukan anda siap untuk menjalani proses selanjutnya yang waktunya terserah user. Jangan lupa mengucapkan terimakasih atas kesempatan dan surat lamaran anda telah dibaca.

    Sumber pustaka :

    www.tipsdb.wordpress.com

    MENGEMBANGKAN BAKAT DAN MINAT

    Posted in Ninik Widayanti (06104241016) at 11:07 pm by adminkarir

    Belajar ataupun bekerja pada bidang-bidang yang diminati terlebih lagi didukung dengan bakat serta talenta yang sesuai, akan membawa gairah dan memberi kenikmatan dalam mempelajari atau menjalaninya. Sayangnya seringkali remaja memilih suatu jurusan atau bidang studi karena terbawa dan ikut teman-temannya, atau memilih bidang yang sedang popular, tanpa sempat mencerna lebih dahulu dan memahami bidang yang akan dipelajari, menjadi apa setelah selesai sekolah ataupun lebih jauh lagi mengenali bidang pekerjaan seperti apa yang bisa digelutinya sesuai dengan latar belakang pendidikannya tersebut.

    Mengembangkan minat dan bakat bertujuan agar seseorang belajar atau dikemudian hari bisa bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta minat dan bakat yang dimilikinya sehingga mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias.

    A. Pengertian Bakat

    Dalam aktivitas sehari-hari istilah bakat seringkali diinterpretasi secara berbeda-beda, seperti misalnya untuk menggambarkan kemampuan intelektual yang tinggi, minat yang menonjol, potensi, kemampuan yang diperoleh karena diturunkan dari orang tua, dan lain lain.

    Bakat (aptitude) adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, misalnya kemampuan berbahasa, bermain musik, melukis, dan lain-lain. Seseorang yang berbakat musik misalnya, dengan latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik, akan lebih cepat menguasai keterampilan tersebut. Untuk bisa terealisasi bakat harus ditunjang dengan minat, latihan, pengetahuan, pengalaman agar bakat tersebut dapat teraktualisasi dengan baik.

    Sehubungan dengan cara berfungsinya, ada 2 jenis bakat :

    1. Kemampuan pada bidang khusus (talent) misalnya bakat musik, melukis, dll
    2. Bakat khusus yang dibutuhkan sebagai perantara untuk merealisir kemampuan khusus misalnya bakat melihat ruang (dimensi) dibutuhkan untuk merealisasi kemampuan di bidang teknik arsitek.

    Bakat bukanlah merupakan trait atau sifat tunggal, melainkan merupakan sekelompok sifat yang secara bertingkat membentuk bakat. Misalnya dalam bakat musik terdapat kemampuan membedakan nada, kepekaan akan keserasian suara, kepekaan akan irama dan nada.

    Bakat baru muncul atau teraktualisasi bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan, sehingga mungkin saja terjadi seseorang tidak mengetahui dan tidak mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent.

    B. Minat dan bakat

    John Holland, ahli yang banyak meneliti mengenai minat memberi pengertian minat sebagai aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian, dan memberi kesenangan atau kenikmatan. Minat dapat menjadi indikator dari kekuatan seseorang di area tertentu dimana ia akan termotivasi untuk mempelajarinya dan menunjukkan kinerja yang tinggi

    Bakat akan sulit berkembang dengan baik apabila tidak diawali dengan adanya minat untuk hal tersebut atau hal yang berkaitan dengan bidang yang akan ditekuni. Tanpa minat untuk hitung menghitung, seseorang tidak akan berkembang menjadi seorang ahli matematika.

    Bakat dalam suatu bidang tertentu, misalnya seni, musik, hitung menghitung, bahasa, dan lain-lain merupakan hasil interaksi antara bakat bawaan dan faktor lingkungan serta didukung dengan faktor kepribadian dan sikap kerja seseorang.

    C. Tes bakat

    Tes bakat bertujuan membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan seseorang di berbagai area minatnya di bidang-bidang tertentu, untuk kemudian merencanakan dan membuat keputusan mengenai pilihan pendidikan atau pekerjaan.

    Melalui tes bakat diperoleh gambaran mengenai berbagai bidang kemampuan dan minat seseorang. Hasil tes bakat tidak dapat menentukan dengan mutlak pekerjaan atau karir apa yang harus dijalani, juga tidak untuk menjawab pertanyaan yang sangat khusus,

    Setiap orang mempunyai bakat-bakat tertentu, masing-masing dalam bidang dan derajat yang berbeda-beda. Guru, orang tua, pembimbing perlu mengenal bakat anak-anaknya sehingga dapat memberikan pendidikan dan menyediakan pengalaman sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

    D. Mengembangkan Minat dan Bakat Remaja (Siswa)

    Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Pada periode ini anak mencapai kematangan fisik dan diharapkan pula disertai dengan kematangan emosi dan perkembangan sosialnya. Masa ini berlangsung dari usia sekitar 12/ 13 tahun sampai 18-20 tahun yaitu usia sekolah menengah. Karena masa peralihan maka remaja pada umumnya masih ragu-ragu akan perannya dan menimbulkan krisis identitas. Remaja sedang mencari ”siapakah saya, apa peran saya?” Dalam usaha menemukan jati diri yakni mengetahui mengenai kebutuhan-kebutuhan pribadi serta tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya, maka pengembangan minat dan bakat remaja menjadi isue yang penting. Dalam mengembangkan kompetensinya remaja tetap membutuhkan bimbingan bari dari orang tua dan lingkungan rumah maupun sekolah.

    Setiap anak memiliki kelebihan dan talenta yang sebagian sudah bisa tampak atau ditenggarai pada usia dini. Namun tidak jarang pula masih ada kemampuan dan bakat lain yang baru muncul di usia remaja atau bahkan pada periode perkembangan lebih lanjut. Usia remaja merupakan periode perkembangan dengan keinginan tahu yang tinggi, khususnya untuk berbagai area yang berkaitan dengan kehidupan remaja. Hal-hal apa dan dengan siapa remaja bergaul, aktivitas yang ada dalam lingkup kesibukannya sehari-hari bisa menjadi awal untuk menelusuri dan mengembangkan berbagai minat yang mungkin pada usia lebih muda belum nampak atau belum menjadi fokus perhatiannya. Rasa ingin tahu remaja seringkali diikuti dengan kebutuhan untuk mencoba atau melakukannya. Oleh karenanya dengan bimbingan yang terarah, masa remaja bisa menjadi masa yang menguntungkan untuk anak mengembangkan bakat dan kemampuan tertentu.

    Beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua, guru dan lingkungan dekat anak untuk mengembangkan minat dan bakat adalah :

    1. Sejak usia dini cermati berbagai kelebihan, keterampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak.
    2. Bantu anak meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya
    3. Kembangkan konsep diri positif pada anak.
    4. Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan serta pengalaman di berbagai bidang.
    5. Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat anak untuk belajar dan menekuni bidang keunggulannya serta bidang-bidang lain yang berkaitan.
    6. Tingkatkan motivasi anak untuk mengembangkan dan melatih kemampuannya.
    7. Stimulasi anak untuk meluaskan kemampuannya dari satu bakat ke bakat yang lain.
    8. Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak
    9. Sediakan dan fasilitasi sarana bagi pengembangan bakat.

    10.  Dukung anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan

    dalam mengembangkan bakatnya.

    11.  Jalin hubungan baik serta akrab antara orang tua / guru dengan anak

    & remaja.

    Dengan mengembangkan minat dan bakat serta memberikan bimbingan karir sejak dini, remaja akan semakin menyadari mengenai apa yang ia suka dan mampu lakukan, dan akan menjadi lebih jelas pendidikan atau pekerjaan apa yang mungkin akan ditekuninya disertai dengan pemahaman tentang kekuatan dan kelemahannya, sehingga ia bisa menentukan pilihan yang tepat dan menyiapkan diri untuk menggapai impiannya.

    Sumber pustaka :

    Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Inteligensi, Bakat dan ”Tes IQ” . Gaya Favorit Press, 1986

    Semiawan, C ; Munandar, A.S.; Munandar, S.C.U. 1984. Memupuk Bakat Dan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah. Jakarta : PT Gramedia

    http://konseling.dwim.web.id/2009/01/mengembangkan-minat-dan-bakat-remaja.html

    Next page

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.