June 18, 2009
Tips Memilih Perguruan Tinggi
Pada umumnya siswa yang telah lulus dari SMA/SMK/MA/jenjang sederajat lainnya akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Pada perguruan tinggi terdapat penjurusan mahasiswa berdasarkan subyek mata kuliah yang diambil. Setiap jurusan memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Jurusan yang memiliki sifat yang serupa akan digabung dalam suatu fakultas, akademi, sekolah tinggi, dan lain sebagainya.
Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan secara matang. Memilih kuliah dengan tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal, mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out/DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa/mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi Anda di masa depan.
Berikut ini terdapat beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman dalam memilih jurusan di perguruan tinggi, yaitu:
1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat
Bagi Anda yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Minat, menjadi faktor utama yang harus Anda pertimbangkan. Banyak kasus kegagalan studi terjadi karena mahasiswa yang bersangkutan memilih perguruan tinggi dan jurusan yang tidak sesuai minatnya. Orang lain, termasuk orang tua, boleh memberikan saran atau masukan apapun, tetapi Anda sendirilah nantinya yang akan menjalani sekian tahun proses belajar di perguruan tinggi. Selanjutnya, lihat bakat Anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.
2. Informasi yang Sempurna
Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan Anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman/trend. Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.
3. Lokasi dan Biaya
Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan. Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu/freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana Anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan Anda.
4. Daya Tampung Jurusan/Peluang Diterima
Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri Anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stress jika kehendak Anda tidak terpenuhi. Anda perlu mengukur kemampuan Anda untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi massal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi Anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan Anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki. Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan dan tempat yang Anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan Anda.
5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan
Anda juga perlu mempertimbangkan prospek/masa depan jurusan yang akan diambil. Apakah jurusan tersebut nanti dapat mengantar Anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekruitmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan Anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang Anda ambil sah-sah saja. Biarkanlah hati dan akal sehat Anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang Anda percayai.
6. Fasilitas Pendidikan
Bukan hanya gedung megah dan ber-AC itu yang dimaksud dengan fasilitas pendidikan disini. Fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), bengkel, studio dan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan mahasiswa. Mereka tidak hanya dituntut untuk menguasai wawasan keilmuannya saja, tetapi juga bagaimana menerapkannya di lapangan. Apalagi untuk jalur pendidikan profesional yang lebih bersifat aplikatif dan menekankan pada ketrampilan. Jadi sebaiknya jangan hanya tampilan fisik yang Anda perhatikan.
7. Kualitas dan Kuantitas Dosen
Bertambahnya mahasiswa menuntut ditambahnya jumlah dosen. Bukan hal yang mudah mendapatkan dosen dengan jumlah yang memadai, apalagi yang memenuhi kualitas yang dibutuhkan. Sebelum Anda mendaftar, cobalah untuk mencari tahu jumlah dosen tetap di perguruan tinggi tersebut. Berapa orang yang bergelar S2, S3, dan mungkin ada yang sudah bergelar profesor. Kualitas keilmuan Anda sangat banyak ditentukan oleh mereka.
Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan Anda. Selamat berjuang!
Sumber: http://muridoke.com/node/666
Kiat-Kiat Berwirausaha
Untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang wirausahawan yang sukses diperlukan berbagai faktor pendukung. Selain modal, masih ada faktor lain yang merupakan syarat untuk keberhasilan seorang wirausahawan. Banyak yang mengatakan mental atau bakat [dalam bahasa umum bakat dagang] merupakan salah satu diantara faktor tersebut. Meskipun belum banyak penelitian ilmiah mengenai mental atau kepribadian wirausahawan, namun ada beberapa fakta maupun asumsi yang bisa menerangkan bahwa memang ada perbedaan karakter antara wirausahawan dengan non-wirausahawan. Bisa saja perbedaan itu tumbuh karena kebiasaan atau pengaruh lingkungan sehingga menjadi karakter yang menetap dalam kepribadian seseorang.
Bagi pengikut aliran non-deterministic, bakat dagang mungkin lebih dapat diterima sebagai sebuah mitos, sebab sulit untuk mengatakan bahwa seorang bayi memiliki “in-born entrepreneurship trait”. Lebih logis bila mengasumsikan bahwa bakat dagang yang dimitoskan mungkin merupakan kumpulan dari kebiasaan-kebiasaan tertentu yang dimiliki oleh wirausahawan lewat proses pembelajaran sejak dini. Kebiasaan ini disosialisasikan dan dikondisikan secara konstan kepada individu atau kelompok tertentu sehingga menjadi ciri karakter yang kuat dan mengakar di dalam mereka. Sebagian dari kebiasaan itu adalah:
- Menghitung untung rugi setiap tindakan/keputusan yang diambil
- Melihat peluang dan menganalisis kebutuhan pasar
- Mengelola sumber daya (planning, organizing, directing, controlling)
- Bekerja keras secara konstan dan mencari solusi bagi masalahnya
- Kebiasaan “jatuh-bangun” sehingga tidak lagi takut membuat keputusan
Menurut Lily H. Soetiono, seorang ahli kewirausahaan untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses diperlukan berbagai faktor pendukung. Selain modal, ada faktor lain yang merupakan syarat dari keberhasilan seorang wirausahawan yaitu mental dan bakat dagang. Faktor-faktor lainnya diantaranya :
1. Kreatif dan Inovatif
Kreasi dan inovasi dari seorang wirausahawan pada umumnya lebih tinggi dari orang lain. Hal-hal yang belum terpikirkan oleh orang lain sudah terpikirkan olehnya, dan dia mampu membuat hasil inovasinya itu menjadi sebuah kebutuhan.
2. Percaya diri, tegar dan ulet
Wirausahawan tidaklah mudah putus asa. Masalah akan dihadapinya, bukan malah dihindari. Jika ia salah perhitungan, saat ia sadar akan kesalahannya, ia secara otomatis juga memikirkan cara untuk membayar kesalahan itu atau membuatnya menjadi keuntungan. Ia tidak akan berhenti memikirkan jalan keluar walaupun bagi orang lain jalan keluar sudah buntu. Kegagalan akan dibuatnya menjadi pelajaran dan pengalaman yang mahal. Semangatnya tidak pernah luntur. Kualitas kepribadian semacam ini tidak mungkin tumbuh secara mendadak. Sulit bagi seorang dewasa membentuk kualitas-kualitas ini jika tidak dimulai sejak balita.
3. Bekerja Keras
Saat ia sadar dari bangun tidurnya pikiran sudah bekerja membuat rencana, menyusun strategi atau memecahkan masalah. Kadang dalam tidurnya ia tetap berpikir. Membiarkan waktu berlalu tanpa ada yang dipikirkan atau dikerjakan kadang membuatnya merasa tidak produktif atau merasa kehilangan kesempatan.
4. Pola Pikir Multi Tasking
Kemampuan melakukan beberapa hal sekaligus, layak dimilki oleh wirausahawan. Kemampuan inilah yang membuat piawai dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi. Semakin tinggi kemampuan seorang wirausahawan dalam multi tasking, semakin besar pula kemungkinan untuk mengolah peluang menjadi sumber daya produksi
5. Mampu menahan nafsu untuk cepat menjadi kaya
Wirausahawan yang bijak biasanya hemat dan berhati-hati dalam menggunakan uangnya, terutama jika ia dalam tahap awal usahanya. Setiap pengeluaran untuk keperluan pribadi dipikirkan secara serius, sebab ia sadar bahwa sewaktu-waktu uang yang yang ada aka diperlukan untuk modal usaha atau modal kerja. Keuntungan tidak selalu menetap, kadang ia harus merugi.
Seorang yang memulai usahanya dari skala kecil hingga besar akan mampu menahan nafsu konsumtifnya. Baginya, pengeluaran yang tidak menghasilkan akan dianggap sebagai kemewahan.
6. Berani Mengambil Resiko
Semakin besar resiko yang diambilnya, semakin besar pula kesempatan untuk meraih keuntungan. tentunya resiko-resiko ini sudah diperhitungkan terlebih dahulu. Hanya orang bodoh saja yang melakukan segala sesuatu tanpa perhitungan.
Itulah beberapa hal yang seharusnya dimilki oleh seorang wirausahawan jika ingin meraih kesuksesan. Berusahalah untuk memiki sifat-sifat tersebut jika kita meniatkan untuk menjadi seorang wirausahawan.
Berikut ini adalah peluang usaha yang mungkin bisa dilakukan oleh para remaja, yang sedang menuntut ilmu dan membutuhkan modal yang sedikit sehingga bisa dikumpulkan dari uang saku atau minta bantuan dari orang tua dulu, yaitu:
1. Berbagai peluang usaha yang berbasis pada jasa
Contoh: reparasi barang elektronik, potong rambut atau salon kecantikan, jahit pakaian, sewa buku atau majalah koleksi, Merangkai bunga, fotokopi, menjual pakaian, dll
2. Berbagai peluang usaha pada pembuatan makanan
Contoh: membuat makanan basah, memnuat makanan kering atau kue kemudian dijual kepada teman-teman sekolah atau dititipkan di kantin sekolah.
3. Berbagai peluang usaha yang membutuhkan kemampuan intelektual
Contoh: Kursus privat, penulis lepas dan dikirim ke majalah atau koran-koran, desain grafis, dll.
4. Usaha lain
Contoh: Kreasi souvenir dan kerajinan, Sablon, dll.
Sumber: http://www.e-psikologi.com
TIPS MEMBUAT KEPUTUSAN SECARA EFEKTIF
Kita sudah tahu, bahwa hidup itu adalah sebuah pilihan. Lalu bagaimana kita tahu pilihan yang terbaik buat hidup kita? Bagaimana kita tahu, kapan kita harus berbelok ke kiri, atau berbelok ke kanan? Bagaimana kita tahu bahwa jalan yang kita ambil bukan jalan yang salah? Semakin banyak pilihan bagi kita, semakin bebas kita memilih. Begitulah memang teoriny, tapi begitukah yang terjadi? Saat ini, umumnya orang mengalami ketakutan ketika dihadapkan pada banyak pilihan. Ketakutan itu disebabkan karena adanya rasa khawatir akan kesalahan dalam mengambil keputusan, sehingga akan menghadapkannya pada satu resiko yang tidak diinginkan. Hal ini menimbulkan kecemasan pada individu tersebut. Oleh karena itu, perlu ada suatu strategi untuk membuat suatu keputusan yang tepat.
Bagaimana Agar Keputusan Efektif
Untuk mengambil keputusan, perlu dipikirkan agar hasil keputusan efektif. Untuk mendapatkan keputusan yang efektif perlu diperhatikan beberapa hal, sebagai berikut ( Gael Lindenfield, 2003) :
Kembangkian Sifat Pribadi dengen meningkatkan Kepercayaan
Kurang percaya diri dan takut merupakan dua hal yang mampu merusak pegangan hidup kita. Kebanyakan orang memerlukan dorongan keras untuk memperbesar rasa percaya diri dan menambah keberanian sebelum mengambil keputusan yang sulit.
2. Fokuskan Arah Tujuan Hidup
Orang yang tegas tidak pernah merasa gentar. Waktu yang ia miliki tidak akan pernah habis terbuang dipersimpangan pilihan. Hal tersebut disebabkan karena mereka memiliki visi dengan jelas akan tujuan hidup yang dikehendakinya. Mereka terbiasa memetakan dan merencanakan rute perjalanan terbaik mereka. Dengan memperjelas impian, tujuan dan nilai-nilai hidup maka akan semakin memeperkokoh seseorang pada kursi kemudi perjalanan hidupnya.
3. Kualitas Putusan (Quality of Decision)
Setelah memfokuskan pada tujuan atau pilihan yang akan kita ambil, selanjutnya kita perlu mencari informasi tentang apa yang akan kita tuju tersebut. Apakah dalam pengambilan keputusan, seorang memiliki sejumlah informasi yang cukup dan relevan? Apakah dalam rangka mendapatkan informasi tersebut perlu melibatkan orang lain?
Kualitas keputusan akan semakin baik apabila cukup mempunyai kesempatan mendapatkan informasi yang relevan, bahwa informasi tersebut berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan memang diperlukan. Menggali informasi yang sekiranya berad dalam lingkup pilihan kita. Informasi yang berlebihan hanya akan membuat kita kewalahan. Informasi akan menjadi pengetahuan bila informasi itu relevan dengan keadaan yang kita butuhkan. Dengan kata lain, bila data tersebut kita gabungkan dengan suatu keputusan, maka jadilah suatu pengetahuan yang bermanfaat. Kuncinya bukanlah pada banyaknya informasi, tetapi pada bagaimana informasi tersebut bisa diaplikasikan pada keputusan kita. Disamping itu, keterlibatan orang lain dalam menyajikan informasi juga sangat penting, karena bagaimanapun juga kita membutuhkan bantuan orang lain untuk mengerjakan masalah beberapa permasalahan teknis.
4. Efisiensi waktu (Time of Efficiency)
Apakah waktu untuk mengambil keputusan cukup tersedia? Apakah perlu didiskusikan terlebih dahulu ?
Membuat keputusan dengan cepat dan efisien adalah suatu cara untuk menghemat waktu. Keraguan dan kecemasan biasanya menjadi dua hal yang memakan waktu kita dalam mengambil keputusan. Kekhawatiran juga merupakan musuh utama dalam mengambil keputusan. Kekhawatiran ibarat sebuah kusi goyang. Ia membuat kita bergerak, namun sama sekali tidak membawa kita kemanapun, atau dengan kata lain, hanya sekedar jalan ditempat.
Dalam praktek, sering terjadi suatu persoalan dibicarakan berlarut-larut tanpa menghasilkan suatu keputusan. Ada saatnya, karena terbatasnya waktu, keputusan harus segera dibuat.
Keempat hal diatas perlu diperhatikan dalam membuat suatu keputusan yang efektif. Setelah memahami keempat hal tersebut, kita akan lebih mudah dalam membuat keputusan, dan membuat rencana untuk menghadapi kemungkinan yang muncul.
Mengenal Gaya Pengambilan Keputusan
Tak dapat dipungkiri bahwa setiap orang mempunyai karakter yang berbeda antara satu dan lainnya. Perbedaan ini termasuk bagaimana gaya seseorang mengambil keputusan. Bagaimana gaya anda mengambil keputusan?
Dari hasil survei yang dilakukan oleh Center of Creative Leadership (CCL), terdapat beberapa tipe atau gaya pengambilan keputusan, sebagai berikut:
- Anda memutuskan sendiri. Dalam membuat keptusan tidak memerlukan suatu diskusi dengan siapapun. Dalam mengambil keputusan hanya mengandalkan informasi yang ada secara tertulis.
- Anda mencari informasi, kemudian memutuskannya sendiri. Beusaha mencari informasi dari orang lain sebagai bahan pertimbangan. Pengambil keputusan hanya bertukar pikirab dan tidak memintanya untuk memberi masukan.
- Anda berkonsultasi dengan Orang lain tetapi keputusan tetap anda buat sendiri. Mengajak Orang lain untuk membahas masalah dan meminta masukan dari mereka. Mereka yang di ajak bicara secara selektif kita tentukan sendiri. Masukan atau hasil diskusi diolah sendiri untuk kemudian anda putuskan tanpa melibatkan mereka.
Berdasarkan ketiga tipe gaya pengambilan keputusan tersebut, maka jelaslah dalam membuat suatu keputusan, seperti apapun cara kita mencari informasi, semua akan berakhir pada pribadi kita masing-masing. Artinya, diri sendirilah yang akhirnya memutuskan.