June 17, 2009

Be A Succes Person

Posted in Aulya Deffitha PPS (06104241037) at 12:04 am by adminkarir

“Kamu belajar sejarah dan matematika di sekolah….”

“Tetapi tidak ada orang yang mengajar kamu bagaimana mencapai tujuan.

“Tidak ada yang mengajar kamu bagaimana menggunakan pikiran kecil kamu untuk mempercepat sukses dalam hidupmu”

“Dan kamu tidak pernah belajar bersyukur

goalsrx0“Kamu tahu hidupmu akan lebih baik.
“Kamu mencoba beberapa hal”

successuk1

successseminarsmr6

“Tetapi sampai sekarang, belum ada yang sama sekali ‘berhasil kamu lakukan’ “

“Di sinilah kita menjadi diam dan tidak bergerak”

“Setiap hari kita punya 50.000 pikiran dan juga imajinasi”

“Kita harus melakukan apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita pikirkan akan menghasilkan

resultske9

“Di sinilah letak permasalahannya…”

“Ketika kamu mempunyai pikiran yang sama - kamu akan mendapatkan hasil yang sama”

“Kamu tetap terjebak dalam pikiran yang sama terus menerus seperti lingkaran setan yang tidak ada habisnya”

thoughtssa6

Pikiran lama kamu sama seperti penghalang jalan”

Jalan satu-satunya untuk mendapatkan kesuksesan dan kesenangan adalah pecahkan lingkaran setan itu

“Tapi Bagaimana caranya?”

“Jawabannya adalah bagaimana cara kamu mengganti pikiran lama kamu itu

Note : “cara berpikir tentang sukses itu selalu berbeda, dan jalan mencapai sukses juga, ada yang di kampung punya sawah beberapa hektar dia senang karna dia sukses (menurut pikiran dia tetapi pikiran orang lain beda lagi) , kalau bagi misalnya orang lain jadi Presiden baru di sebut sukses juga, dari semua diatas yang terpenting adalah seberapa ukuran sukses untuk kita bukan untuk orang lain, kalau kita menanggap apa yang kita lakukan sudah cukup maka otomatis kesuksesan itu sudah ada menurut kita, jadi sukses dalam pikiran orang lain selalu berbeda”

sumber : www.successandhappines.net

June 16, 2009

Panduan Memilih Tawaran Kerja bagi Fresh Graduate

Posted in Aulya Deffitha PPS (06104241037) at 11:35 pm by adminkarir

Setelah cukup lama berkutat mencari kerja , akhirnya tawaran kerja itu datang juga. Bukan hanya satu atau dua, melainkan tiga. Fiuh, leganya. Akhirnya pencariannya berakhir juga. Tapi Eits… Tunggu dulu. Ini masih belum selesai. Anda masih harus memutuskan apakah pekerjaan yang bersangkutan memang benar2 tepat bagi Anda. Ini juga urusan besar lho. Bagaimana tidak, kita di sini bicara tentang peluncuran karir Anda. Keputusan yang baik akan membuat Anda mendapatkan pijakan karir yang mantap. Lantas bagaimana Anda bisa memutuskan apakah tawaran pekerjaan tertentu cocok bagi Anda? Berikut adalah perihal utama yang perlu Anda pertimbangkan:

1. Diri Anda sendiri

Sudah keliatan jelas ya? Mungkin. Tapi ternyata cukup mudah bagi seseorang untuk masuk ke perangkap pengambilan keputusan terima atau tidak terima berdasarkan keinginan atau dorongan orang lain. Apakah Anda termasuk orang yang mudah terpengaruh? Nah, ini bukanlah waktunya bagi Anda mengambil pekerjaan hanya karena Anda merasa bahwa itu memang sudah yang sepatutnya Anda ambil atau karena teman atau orang tua Anda memaksa untuk itu (meskipun tentu kita perlu amat menghormati keinginan orang tua kita). Yang jelas, ini adalah saat di mana Anda sendiri lah yang harus pertimbangkan keinginan, minat dan kebutuhan diri. Toh pada akhirnya Anda sendiri lah yang akan menginvestasikan waktu dan tenaga Anda di pekerjaan itu.

2. Gaji dan Tunjangan.

Tampaknya memang sudah jelas, tapi banyak lulusan perguruan tinggi yang cuma punya sedikit gambaran tentang berapa sih tepatnya yang mereka butuhkan dan minta di pekerjaan pertama mereka. Sekarang adalah saatnya Anda tentukan nilai baik dan bisa diterima dari gaji Anda itu berapa, termasuk tunjangan-tunjangannya. Nilai spesifik tiap profesi bisa jadi amat bervariasi. Silahkan baca majalah bisnis atau semacam SWA untuk mengetahui gambaran info tentang ini, untuk kemudian juga disesuaikan dengan kota tempat Anda akan bekerja.

3. Tugas Yang Diemban

Apakah pekerjaan yang ditawarkan benar2 tampak menarik bagi Anda? Apakah Anda merasa tertantang, ataukah Anda merasa bakal mati kebosanan setelah waktu yang tak lama? Apakah Anda akan mampu mengaplikasikan pengalaman dan keterampilan yang telah Anda pelajari selama kuliah dan magang? Ataukah Anda merasa akan mendapatkan program pengembangan diri dari perusahaan? Jika Anda bekerja full time, maka waktu yang akan Anda habiskan untuk kerja mencapai 2 ribu jam per tahunnya. Tentunya Anda inginkan itu akan jadi pekerjaan yang menantang dan tidak membosankan.

4. Budaya Perusahaan

Perusahaan atau organisasinya itu seperti apa sih tepatnya? Misal saja, apakah orang2 yang ada di sana punya hubungan yang baik satu sama lain dan saling menghargai? Baik, informasi semacam ini memang cukup susah untuk didapat manakala Anda masih berada di luar. Jika memang Anda tidak punya rekan atau kenalan dari dalam perusahaan, maka Anda bisa membaca indikasi budaya perusahaan pada saat wawancara; bagaimana sikap resepsionisnya, apa yang dilakukan sesama karyawan manakala mereka bertemu, bagaimana sikap karyawan manakala bertemu dengan atasannya, dan hal-hal lain yang Anda punya semacam intuisi ’sreg’ atau tidak. Minimal, cobalah googling dan temukan berita2 terkait perusahaan bersangkutan.

5. Peluang Bertumbuh

Apakah pekerjaan itu memberikan Anda kesempatan untuk mengalami apa2 yang belum pernah Anda alami dan mempelajari hal-hal yang belum Anda ketahui? Apakah ada kesempatan bagi Anda untuk mendapat training tambahan sehingga Anda bisa belajar software baru semisal, atau pendekatan internet marketing terbaru? Bagaimanakah peluang Anda untuk bisa naik tingkat di perusahaan seiring berjalannya waktu dan prestasi?

6. Bos Anda

Supervisor atau manajer langsung Anda punya pengaruh besar untuk membuat pekerjaan pertama Anda apakah menjadi pengalaman yang menyenangkan atau penuh penderitaan. Bila Anda bisa berkesempatan untuk berhadapan dengan supervisor atau manajer langsung Anda, maka cobalah lakukan obrolan di luar sesi formal untuk paling tidak mendapatkan gambaran tentang bagaimana sikap dan gaya dia. Tapi ini biasanya kurang akurat. Bagus lagi bila Anda punya rekan atau teman yang bisa jadi tempat bertanya.

7. Lokasi Perusahaan

Apakah Anda akan bekerja di tempat yang ramai seperti di jakarta atau di daerah yang lebih ’sepi’? Apakah pekerjaan Anda akan menuntut Anda melakukan perjalanan jauh atau lama setiap hari? Bila iya, apakah itu tak masalah bagi Anda?

. . .

Itu sedikit saja hal-hal yang bisa jadi pertimbangan. Beberapa hal lain yang juga biasa jadi pertimbangan adalah: lingkungan kerja yang aman, reputasi perusahaan, ketersediaan kendaraan angkutan untuk karyawan, tempat parkir yang layak, kantor yang bagus atau minimal layak, jam kerja yang masuk akal (tidak sampai lembur semalaman misal).

Terlepas dari apa-apa yang sudah saya sampaikan di atas, janganlah kemudian bersikap terlalu pilah pilih sedemikian rupa apalagi atas informasi yang belum pasti seperti apa. Kita perlu bersikap realitis dengan memahami bahwa pekerjaan yang benar-benar ideal itu tidaklah ada. Dalam pekerjaan dan profesi apapun, kita pasti akan menemui aspek2 yang tidak kita sukai atau minimal kurang menikmati dalam menjalaninya. Yang penting di sini adalah kita tahu aspek manakah yang paling kita anggap penting. Atas faktor2 di atas, apa yang dianggap penting bagi satu orang belum tentu akan dianggap penting bagi orang lain. Dan amat penting juga untuk tidak menganggap hal yang remeh sebagaia hal yang terlalu dipenting-pentingkan. Tapi tentu ini akhirnya kembali ke diri kita masing-masing

Sumber: http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/panduan-memilih-tawaran-kerja-bagi-fresh-graduate/. Tanggal akses 4 April 2009

Pilih SMA atau SMK?

Posted in Aulya Deffitha PPS (06104241037) at 11:34 pm by adminkarir

Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional.

Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan , kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Tujuan SMU :

1.Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri dari sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan kesenian.

2.Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitarnya.

3.Menyiapkan siswa untuk dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi

Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK):

1.Menyiapkan siswa agar memiliki kepribadian yang bermoral dan beretika sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan memiliki keahlian yang andal di bidangnya ( terutama di bidang akomodasi perhotelan, usaha jasa pariwisata dan boga ).

2.Menyiapkan siswa agar mampu menguasai dan mengikuti perkembangan teknologi

3.Menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja yang terampil produktif untuk dapat mengisi lowongan kerja yang ada dan mampu menciptakan lapangan kerja terutama dibidang akomodasi perhotelan, usaha jasa pariwisata dan boga

4.Memberikan peluang masa depan lebih baik, jika tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi

Sumber: Sumber: http://andydoanx2525.blog.friendster.com/2008/11/which-do-you-prefer-smu-or-smk/. Akses 27 maret 2009

Optimis, Raih Cita-Citamu!

Posted in Aulya Deffitha PPS (06104241037) at 11:29 pm by adminkarir

  1. Buat cita-cita yang bisa diraih, dan yakini diri kalau kita pasti bisa meraihnya.

Sering kita merasa gagal dalam meraih keinginan atau cita-cita yang sudah dibuat. Hal ini dikarenakan kita sendiri yang terlalu kreatif membuat cita-cita yang tidak realistis dengan keadaan diri kita sendiri. Simpan dulu saja keinginan untuk merubah dunia. Fokus pada cita-cita yang berefek pada diri sendiri dan masih dalam area kemampuan kita.

2. Tulis cita-cita kita dan lakukan perencanaan untuk menggapainya secara lengkap dan terperinci.

Kalau punya cita-cita yang besar, kita harus buat jalan atau langkah demi langkah apa saja yang harus dilalui. Anggap saja impian besar kita itu adalah kemenangan pada pertandingan final, dimana untuk mencapainya kita harus melalui dulu beberapa pertandingan sebelumnya. Keberhasilan kita mengerjakan langkah demi langkah dalam proses meraih cita-cita ibarat kemenangan yang kita raih pada setiap babak pertandingan.

3. Buat jangka waktu dan biasakan untuk selalu disiplin.

Supaya bisa mencapai ke tujuan kita perlu membuat pembagian waktu yang berisi langkah-langkah apa saja yang harus dikerjakan. Pada setiap langkahnya buat batas final kapan harus selesai. Misal cita-cita kita adalah berolahraga selama 30 menit setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu. Kita bisa memulainya dengan jadwal sekali seminggu dulu, kemudian dua kali hingga akhirnya bisa tiga kali seminggu. Jangan lupa untuk memberi tanda bintang sebagai lambang keberhasilan pada setiap langkah yang bisa dicapai.

4. Jadikan sebuah cita-cita mempunyai multi tujuan.

    Maksudnya adalah, setiap kali kita mempunyai cita-cita, maka kita menempelkan terhadapnya beberapa alasan sekaligus kenapa kita menginginkannya. Misalnya, kita ingin membuka usaha selepas sekolah, tentu akan menjadi kecewa bila ternyata gagal. Sering terjadi karena gagal mendapatkan keinginan tersebut, kita menjadi sedih luar biasa, bahkan menjadi frustasi dengan hidup. Kiat yang harus dilakukan oleh kita adalah memberikan alasan yang lebih banyak kenapa kita ingin bewiraswasta selepas sekolah. Hal ini akan membantumu untuk lebih giat meraih apa yang kita inginkan.

    Kalau kita membiasakan diri untuk selalu membuat tekad atau cita-cita lengkap dengan langkah-langkah nyatanya, bisa dipastikan hidup kita juga akan lebih terarah dan rapih, alias tidak berantakan kemana-mana tanpa tujuan. Satu hal yang tidak boleh dilupakan : tetap semangat dan optimis !

    Mengenal Dunia Perguruan Tinggi

    Posted in Aulya Deffitha PPS (06104241037) at 11:24 pm by adminkarir

    Setelah menyelasaikan SMA, bercita-cita melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi, siswa sering merasakan bingung dan bimbang dalam menentukan Perguruan Tinggi yang akan dipilih serta fakultas yang akan dimasuki. Oleh karena itu, kiranya bila siswa mengatahui bentuk-bentuk perguruan tinggi agar nantinya dapat memasuki perguruan tinggi yang cocok untuknya.

    Bentuk Perguruan Tinggi

    Banyak sekali yang dapat dijumpai di indonesia. Antara lain Universitas Gaja Mada, Universitas Negeri Yokyakarta, Universitas Jenderal Sudiraman, Akademi Gizi, dan Sekolah Tinggi Akutansi.

    Menurut undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bentuk pendidikan tinggi adalah sebagai berikut:

    1. Akademi merupakan pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terapan dalam satu cabang atau sebagai ilmu pengetahuan atau kesenian tertentu.

    Contoh: Akademi Krawitan, Akademi Ilmu masyarakat, Akademi Pariwisata, Akademi Akutansi dan masih bayak lagi akademi lainnya.

    2. Politeknik adalah pendidikan   tinggi yang menyelenggarakan terapan dalam sejumlah pengetahuan khusus.

    Contoh:  Politeknik Negeri Semarang.

    3. Sekolah tinggi merupakan pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik/profesional dalam bidang disiplin ilmu tertentu.

    Contoh: Sekolah Tinggi Ilmu komuikasi, Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata, Sekolah Tinggi Ilmu Akutansi dan Perbankan.

    4. Institut adalah pendidikan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/ propesional dalam sejumlah disiplin ilmu tertentu.

    Contoh: Institut Teknologi Bandung.

    5. Universitas adalah pendidikan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas dari bermacam-macam disiplin ilmu.

    Contoh: Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Erlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret.

    Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/

    Kenali Bakat dan Bangun Karir Anda!

    Posted in Aulya Deffitha PPS (06104241037) at 11:21 pm by adminkarir

    Kebanyakan bimbingan karir mengabaikan masalah bakat – seperti dalam pertanyaan, apakah Anda sudah berkecukupan untuk dibayar melakukan pekerjaan yang Anda senangi? Karena jawabannya terkadang tidak, jadi kita lebih sering menghidari masalah ini. Tetapi mengabaikan untuk menaksir bakat Anda bukanlah strategi yang benar.

    Berita baiknya adalah bahwa kebanyakan profesi atau pekerjaan, bahkan yang paling menarik sekalipun, dapat diakses asalkan Anda bersedia untuk bekerja keras. Berita yang lebih baik lagi adalah biasanya bakat kita sama dengan apa yang menarik bagi kita.

    Ahli psikologi Abraham Maslow menemukan bahwa bakat yang terlahir dalam diri seseorang pada suatu saat akan timbul sebagai suatu kebutuhan, dan perlu mendapatkan perhatian serius. Peluang terbaik untuk menemukan bakat tersembunyi Anda adalah dengan menyelidiki bakat-bakat terdalam Anda, kemudian tumbuhkanlah kekuatan-kekuatan yang diakui di pasar.

    Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ahli psikologi bisnis Timothy Butler dan James Waldroop dari Harvard menyimpulkan, “Ada delapan fungsi bisnis inti, semuanya adalah kegiatan dasar seperti analisis kuantitatif, pengembangan teori, berpikir perseptual, mengelola orang, pengendalian usaha, dan produksi kreatif.

    Jika Anda memperhatikan minat terdalam Anda dan memikirkan bagaimana hal itu dapat dinyatakan dalam perilaku bisnis spesifik, maka Anda sudah menemukan unsur-unsur dari keputusan karir yang baik.

    Ini adalah nasihat yang bijaksana tetapi belum tentu berlaku untuk sebagian kalangan, bahkan untuk kegiatan bisnis dalam pengertian yang seluas-luasnya. Mungkin Anda memiliki suatu hobi atau kegemaran yang secara tidak langsung dapat diterjemahkan menjadi sesuatu yang komersial, namun Anda tidak tahu bagaimana memulainya.

    Gagasan ‘do what you love, the money will follow‘ kelihatannya sangat cantik dan ideal untuk dijadikan sasaran, tetapi Anda tidak dapat mengandalkannya kalau Anda tidak berani mencobanya mulai saat ini. Kadangkala kita sering merasa minder hanya gara-gara bakat dan kemampuan kita ‘belum mendapat pengakuan’.

    Sadarilah bahwa pasar di luar sana bukan main kompetitif, dengan banyak sekali orang sangat berbakat yang mencari penghidupan sesuai bakat mereka masing-masing. Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan inspirasi. Perlakukanlah bakat kita sebagai sesuatu yang harus selalu dirawat dan dipelihara untuk meraih kesuksesan.

    Berpikir menurut alur seperti ini akan membuat Anda bebas mempertimbangkan kehidupan ekonomi Anda sebagai bagian dari teka-teki multidimensional kehidupan yang sempurna. Jadi, mulai saat ini temukanlah sesuatu yang unik dari bagian diri Anda untuk dikembangkan menjadi suatu pilihan karir atau sumber pendapatan.

    Berikut ini ada beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan untuk menyelidiki bakat Anda:

    1. Cobalah buat sebuah buku harian pekerjaan dan catatlah pada bidang apa sajakah Anda biasanya merasa cocok atau sering mendapatkan pujian untuk hal itu.
    2. Tulis kekuatan-kekuatan yang Anda miliki di satu kolom dan buatlah verifikasi tentang mengapa itu menjadi kekuatan Anda di kolom lainnya. Setelah mencatat sekitar sepuluh kekuatan, tentukanlah priroritas kekuatan yang Anda miliki.
    3. Sering-seringlah bertanya pada diri Anda sendiri tentang apa sajakah yang anda anggap sebagai prestasi atau kepandaian terbesar anda selama ini.
    4. Lihat jenis-jenis kecerdasan/intelejensia di bawah ini dan renungkan mana yang terbaik yang anda miliki:
    • Logis-matematis: anda senang menganalisis masalah dan berstrategi.
    • Spatial: anda cenderung artistik, juga suka mengatur-atur obyek.
    • Musikal: anda punya sensitifitas tinggi pada irama dan tempo.
    • Linguistik: anda pandai bersilat lidah dan membawakan cerita.
    • Interpersonal: anda mudah dan terampil dalam bersosialisasi.
    • Bodily-kinesthetic: anda punya bakat olah tubuh yang luar biasa.
    • Intrapersonal: anda mampu memahami dan merasakan diri sendiri.
    • Naturalis: anda suka ke alam bebas dan berupaya melindunginya.

    5.  Minta pada kawan yang mengenal Anda dengan baik dan pertimbangannya selalu Anda dengarkan, untuk menyebutkan lima kekuatan utama Anda dan alasannya.

    6. Untuk suatu pandangan diri yang lebih lengkap dan obyektif, ajak sekelompok teman dekat untuk membicarakan kekuatan dan kelemahan masing-masing. Apakah yang orang lain katakan sebagian cocok dengan bagaimana Anda melihat diri Anda?

    Sumber: http://lidyalie.dagdigdug.com/. Akses 20 april 2008

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.