June 18, 2009
TIPS MEMBUAT KEPUTUSAN SECARA EFEKTIF
Kita sudah tahu, bahwa hidup itu adalah sebuah pilihan. Lalu bagaimana kita tahu pilihan yang terbaik buat hidup kita? Bagaimana kita tahu, kapan kita harus berbelok ke kiri, atau berbelok ke kanan? Bagaimana kita tahu bahwa jalan yang kita ambil bukan jalan yang salah? Semakin banyak pilihan bagi kita, semakin bebas kita memilih. Begitulah memang teoriny, tapi begitukah yang terjadi? Saat ini, umumnya orang mengalami ketakutan ketika dihadapkan pada banyak pilihan. Ketakutan itu disebabkan karena adanya rasa khawatir akan kesalahan dalam mengambil keputusan, sehingga akan menghadapkannya pada satu resiko yang tidak diinginkan. Hal ini menimbulkan kecemasan pada individu tersebut. Oleh karena itu, perlu ada suatu strategi untuk membuat suatu keputusan yang tepat.
Bagaimana Agar Keputusan Efektif
Untuk mengambil keputusan, perlu dipikirkan agar hasil keputusan efektif. Untuk mendapatkan keputusan yang efektif perlu diperhatikan beberapa hal, sebagai berikut ( Gael Lindenfield, 2003) :
Kembangkian Sifat Pribadi dengen meningkatkan Kepercayaan
Kurang percaya diri dan takut merupakan dua hal yang mampu merusak pegangan hidup kita. Kebanyakan orang memerlukan dorongan keras untuk memperbesar rasa percaya diri dan menambah keberanian sebelum mengambil keputusan yang sulit.
2. Fokuskan Arah Tujuan Hidup
Orang yang tegas tidak pernah merasa gentar. Waktu yang ia miliki tidak akan pernah habis terbuang dipersimpangan pilihan. Hal tersebut disebabkan karena mereka memiliki visi dengan jelas akan tujuan hidup yang dikehendakinya. Mereka terbiasa memetakan dan merencanakan rute perjalanan terbaik mereka. Dengan memperjelas impian, tujuan dan nilai-nilai hidup maka akan semakin memeperkokoh seseorang pada kursi kemudi perjalanan hidupnya.
3. Kualitas Putusan (Quality of Decision)
Setelah memfokuskan pada tujuan atau pilihan yang akan kita ambil, selanjutnya kita perlu mencari informasi tentang apa yang akan kita tuju tersebut. Apakah dalam pengambilan keputusan, seorang memiliki sejumlah informasi yang cukup dan relevan? Apakah dalam rangka mendapatkan informasi tersebut perlu melibatkan orang lain?
Kualitas keputusan akan semakin baik apabila cukup mempunyai kesempatan mendapatkan informasi yang relevan, bahwa informasi tersebut berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan memang diperlukan. Menggali informasi yang sekiranya berad dalam lingkup pilihan kita. Informasi yang berlebihan hanya akan membuat kita kewalahan. Informasi akan menjadi pengetahuan bila informasi itu relevan dengan keadaan yang kita butuhkan. Dengan kata lain, bila data tersebut kita gabungkan dengan suatu keputusan, maka jadilah suatu pengetahuan yang bermanfaat. Kuncinya bukanlah pada banyaknya informasi, tetapi pada bagaimana informasi tersebut bisa diaplikasikan pada keputusan kita. Disamping itu, keterlibatan orang lain dalam menyajikan informasi juga sangat penting, karena bagaimanapun juga kita membutuhkan bantuan orang lain untuk mengerjakan masalah beberapa permasalahan teknis.
4. Efisiensi waktu (Time of Efficiency)
Apakah waktu untuk mengambil keputusan cukup tersedia? Apakah perlu didiskusikan terlebih dahulu ?
Membuat keputusan dengan cepat dan efisien adalah suatu cara untuk menghemat waktu. Keraguan dan kecemasan biasanya menjadi dua hal yang memakan waktu kita dalam mengambil keputusan. Kekhawatiran juga merupakan musuh utama dalam mengambil keputusan. Kekhawatiran ibarat sebuah kusi goyang. Ia membuat kita bergerak, namun sama sekali tidak membawa kita kemanapun, atau dengan kata lain, hanya sekedar jalan ditempat.
Dalam praktek, sering terjadi suatu persoalan dibicarakan berlarut-larut tanpa menghasilkan suatu keputusan. Ada saatnya, karena terbatasnya waktu, keputusan harus segera dibuat.
Keempat hal diatas perlu diperhatikan dalam membuat suatu keputusan yang efektif. Setelah memahami keempat hal tersebut, kita akan lebih mudah dalam membuat keputusan, dan membuat rencana untuk menghadapi kemungkinan yang muncul.
Mengenal Gaya Pengambilan Keputusan
Tak dapat dipungkiri bahwa setiap orang mempunyai karakter yang berbeda antara satu dan lainnya. Perbedaan ini termasuk bagaimana gaya seseorang mengambil keputusan. Bagaimana gaya anda mengambil keputusan?
Dari hasil survei yang dilakukan oleh Center of Creative Leadership (CCL), terdapat beberapa tipe atau gaya pengambilan keputusan, sebagai berikut:
- Anda memutuskan sendiri. Dalam membuat keptusan tidak memerlukan suatu diskusi dengan siapapun. Dalam mengambil keputusan hanya mengandalkan informasi yang ada secara tertulis.
- Anda mencari informasi, kemudian memutuskannya sendiri. Beusaha mencari informasi dari orang lain sebagai bahan pertimbangan. Pengambil keputusan hanya bertukar pikirab dan tidak memintanya untuk memberi masukan.
- Anda berkonsultasi dengan Orang lain tetapi keputusan tetap anda buat sendiri. Mengajak Orang lain untuk membahas masalah dan meminta masukan dari mereka. Mereka yang di ajak bicara secara selektif kita tentukan sendiri. Masukan atau hasil diskusi diolah sendiri untuk kemudian anda putuskan tanpa melibatkan mereka.
Berdasarkan ketiga tipe gaya pengambilan keputusan tersebut, maka jelaslah dalam membuat suatu keputusan, seperti apapun cara kita mencari informasi, semua akan berakhir pada pribadi kita masing-masing. Artinya, diri sendirilah yang akhirnya memutuskan.
June 17, 2009
Pernahkah Anda Bekerja Sama??
Suatu program yang ingin dilaksanakan sangat memerlukan kekompakan suatu tim, agar program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Oleh karena itu, terlebih dahulu harus menyiapkan lebih awal berbagai hal penting. Kebutuhan pada aspek material, keahlian personal, sampai pada aspek kesiapan mental dalam melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, apalagi sebelumnya belum pernah kenal, termasuk upaya menghadapi berbagai kemungkinan negatif maupun positif yang akan muncul dalam realisasi program.

Membangun TIM
Terlebih dahulu membentuk tim, lebih selektif memilih koordinator programnya sampai pada bidang atau seksi yang dibutuhkan. Orang yang ditunjuk mengisi bidang atau seksi harus pas sesuai dengan keahliannnya agar lebih memudahkan menyelesaikan tugas yang diamanahkannya. Koordinator program yang ditunjuk secara musyawarah paling tidak harus memilih beberapa kriteria pokok, antara lain: Memahami program yang ingin dilaksanakan, keahlian mendorong partisipasi anggota, keahlian dalam memahami dinamika tim yang dibentuk, mampu memelihara semangat kerja tim, dan bersedia mengambil resiko yang telah disepakati sebelumnya. Dalam membentuk tim, upayakan tim yang dibentuk lebih kecil (tidak perlu banyak orang), selain bisa lebih efektif, efiesien juga lebih hemat biaya.
Job Description Personal
Setelah Tim terbentuk, Koordinator program dan dibantu oleh sekretaris membuat Job description untuk memudahkan dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Dalam, job description harus memuat Tugas dan wewenangnya masing-masing posisi, agar tidak melahirkan konflik antar bidang atau seksi. Jika konflik tidak bisa dihindari, segala masalah harus dibawah dalam rapat panitia, kalau waktunya mendesak maka negosiasi kedua pihak yang berkonflik harus berupaya mencari jalan keluarnya agar masalahnya cepat selelesai.
Koordinator harus menjelaskan hal-hal penting berkaitan dengan agenda tim, dan yang tidak kalah pentingnya, harus menjadi mediator dan fasilitator dan harus bersikap tegas dan adil dalam menyelesaikan masalah. Berikan gambaran berbagai idikator keberhasilan dalam menjalankan program, seperti kualitas, ketepatan waktu dan efektivitas biaya yang dipakai.
Saling Mendukung
Dalam implementasi tugas masing-masing, tim harus saling memberikan semangat dan respon yang baik, tidak memberikan penilai dan informasi yang buruk pada tim lainnya, karena bisa melahirkan persaingan yang tidak baik.
Melakukan Pertemuan Rutin
Idealnya setiap departemen, seksi yang di pimpin oleh koordinator program harus membuat jadwal pertemuan secara rutin, dalam membicarakan berbagai berbagai perkembangan yang terjadi. Masing-masing bidang dan seksi yang harus melakukan monitoring dan evaluasi yang mendapat bantuan dari pihak eksternal dalam memahami substansi yang terjadi, dan menyiapkan berbagai agenda strategi sebagai solusi alternatif atas berbagai problem yang muncul. Perkembangan baik yang dicapai perlu untuk dirayakan dengan melakukan meeting sambil makan-makan di tempat-tempat yang diangap cocok oleh tim. Berikan penghargaan kepada mereka yang berhasil menjalankan tugasnya.
Melakukan Monitoring dan Evaluasi
Monitoring yang baik harus dijalankan selama program itu berlangsung, sehingga bisa melihat kelemahan dan kekuatannya. Lebih jauh dari itu, monitoring diharapkan bisa memberikan berbagai gambaran perkembangan yang sudah dicapai, khususnya soal plus minus dalam impelementasinya. Kemudian melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap program yang telah dijalankan. Membuat kesimpulan secara menyeluruh atas proyek yang sudah berjalan. Beberapa hal penting yang harus dievaluasi dalam hal ini adalah, kerjasama tim, implementasi tugas masing-masing tim, mengukur sejauh mana keberhasilan yang dicapai dilihat dari tujuan program yang dijalankan, kalau perlu tim melakukan press release, agar program yang dibuat dapat dipahami oleh masyarakat, lebih jauh dari itu, bisa menjadi media kritik dan rekomendasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk bisa ditindaklanjuti.

June 16, 2009
Ketika Panggilan Kerja Tak Kunjung Datang….
Siapa bilang mencari pekerjaan itu gampang? Rasanya kalimat itu sering sekali diucapkan oleh semua orang dengan merujuk pada kenyataan yang ada sekarang ini. Namun tahukah anda bahwa rasa frustrasi menunggu datangnya panggilan itu jauh lebih menyiksa? Hal itu dikarenakan ketidakpastian yang melanda, yang membuat perasaan jadi tidak karuan. Memang banyak orang yang memilih untuk bersikap masa bodoh dan cuek, namun berapa lama sih hal itu bisa bertahan, apalagi kalau panggilan itu tidak kunjung datang
Jangan remehkan rasa frustrasi ini, karena efeknya bisa panjang. Bisa-bisa saat anda benar-benar mendapat panggilan, lamaran anda ditolak hanya karena pembawaan atau raut muka anda yang kusut sebagai efek lanjutan dari rasa kesal tersebut. Mempertahankan keyakinan dan motivasi memang sangat vital dalam fase ini, namun dengan kiat-kiat berikut, pertahankan pemikiran positif anda.
1. Rajin-rajinlah ngobrol dengan teman
Akan lebih baik bila dalam situasi sulit seperti ini, anda mempunyai seorang teman sebagai tempat curhat. Ingat-ingatlah saran-saran yang diberikannya, siapa tahu bermanfaat bagi anda. Atur waktu teratur untuk bertemu dan berdiskusi, semakin banyak masukan yang diberikan semakin baik bagi anda.
2. Buat catatan
Tetaplah hidup teratur dengan menyimpan catatan-catatan tentang nomor telepon atau kapan dan kemana saja kita mengirim lamaran pekerjaan. Dengan mencatat hal-hal kecil namun penting tersebut, akan lebih mudah saat melakukan follow-up.
3. Bagi waktu dengan baik
Atur dan tentukan berapa lama waktu yang akan dihabiskan untuk membuat surat lamaran yang akan dikirimkan, melakukan riset pasar melalui website atau hal-hal lain yang menyangkut lamaran pekerjaan. Dengan begitu, kita tidak berharap terlalu banyak atau merasa kecewa saat tidak mampu menyelesaikan apa yang telah ditargetkan tepat pada waktunya.
4. Tentukan tujuan
Motivasi adalah hal yang paling penting dalam mempertahankan harapan dan tidak putus asa, jadi jangan buat target yang terlalu muluk-muluk. Tetaplah realistis dan berusahalah untuk dapat konsisten menjalankannya. Sebagai contoh, jangan sampai anda berencana untuk melakukan puluhan kali telepon dalam satu hari — anda hanya akan menjadi depresi bila target tersebut tidak tercapai.
5. Perkuat keyakinan diri
jangan biarkan diri anda larut dalam frustrasi berkepanjangan! Bila anda memerlukan peralatan kosmetik baru (parfum atau lipstick misalnya), makan dessert yang enak, atau melakukan massage hanya supaya anda merasa lebih baik, lakukan saja. Lakukan apapun yang bisa membuat perasaan anda lebih baik, sejauh hal itu tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. Dengan begitu, saat dipanggil untuk wawancara anda dapat tampil lebih percaya diri dan tenang.
6. Kumpul dengan teman-teman
Sediakan waktu misalnya sekali dalam seminggu atau sebulan untuk berkumpul dengan teman-teman anda (yang mungkin senasib), tanya perkembangan masing-masing termasuk menjelaskan tentang perkembangan anda sendiri. Usahakan agar suasana berlangsung santai dan tidak mengeluarkan banyak uang. Ingatlah bahwa tidak ada orang yang berusaha mencari lowongan selama 24 jam, jadi tetaplah bergaul!
Mengenal Dunia Pendidikan Tinggi
A. Bentuk Pendidikan Tinggi
- Akademi
Pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terapan dalam suatu cabang sebagai ilmu pengetahuan atau kesenian tertentu
Contoh : Akademi Parawisata, Akademi Akuntansi, Akademi kesehatan, dan sebagainya
- Politeknik
Pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terapan dalam sejumlah pengetahuan khusus
Contoh : Politeknik Negeri Semarang
- Sekolah Tinggi
Pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau profesional dalam bidang disiplin ilmu tertentu.
Contoh : Sekolah Tinggi Ilmu Telekomunikasi, STIE, STP, STIKUBANk, dan sebagainya.
- Institut
Pendidikan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultasyang menyelenggarakan pendidikan akademik atau profesional dalam bidang disiplin ilmu tertentu
Contoh : ITB, IPB, ISI, dan lain-lain
- Universitas
Pendidikan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas dari bermacam – macam disiplin ilmu.
Contoh : UI, UGM, UNY, UNM, dan lain-lain.
B. Tips memilih PTN dan PTS
-
- Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat
Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jurusan apa yang dapat
membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Kemudian lihat bakat anda saat
ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita
pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat. - Lokasi dan Biaya
Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi
masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah
baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya.
Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah
yang sangat diperhitungkan. Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance dan sebagainya. - Prospek
Saat ini banyak banget program studi yang ditawarkan baik oleh PTN maupun PTS, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa mendatang. Manakah yang akan kamu pilih, program studi yang selalu menjadi favorit, tapi pada akhirnya banyak lulusannya yang menganggur ataukah program studi yang tidak termasuk kategori favorit, tapi begitu lulus langsung dapat kerja. Kamu harus dapat memprediksi prospek bidang studi yang anda pilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah lulus nanti. Bertanyalah kepada orang tua, guru, teman, konsultan, atau siapapun. Jangan pertaruhkan masa depanmu. - Reputasi
Apakah kamu memilih perguruan tinggi karena perguruan tinggi tersebut terkenal saja? Wah…itu salah. Ada beberapa faktor yang harus kamu pertimbangkan jika kamu ingin memilih perguruan tinggi tersebut, misalkan bagaimana fasilitas belajar-mengajarnya, kualitas lulusannya, dan bagaimana reputasi perguruan tinggi tersebut di kalangan pendidik. - Status Akreditasi
Kalau tahun-tahun sebelumnya kamu kenal dengan status disamakan, diakui ataupun terdaftar, sekarang ini ada yang dinamakan dengan status akreditasi. Status inilah yang saat ini menjadi salah satu faktor utama yang digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Status ini diberikan untuk program studi yang diselenggarakan dan bukan pada keseluruhan jurusan/program studi pada suatu perguruan tinggi. Status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar. - Jalur Dan Jenjang Pendidikan
Saat ini banyak sekali program pendidikan dengan berbagai jangka waktu tempuh pendidikan. Untuk itu kamu bisa memilih berapa lama akan menghabiskan waktu yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan kamu.Di PTN dan PTS Indonesia, kita memiliki 2 jenjang jalur pendidikan yaitu jalur akademik (strata 1, 2, 3) serta jalur profesional (diploma 1, 2, 3). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada keahlian tertentu. Tapi ingat, kamu juga harus bisa membedakan antara jalur diploma yang diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi dan jalur diploma yang diselenggarakan oleh lembaga kursus. Biasanya lembaga kursus akan menjaring siswanya dengan mengiming-imingi kata-kata ”setara”D1, D2 atau D3. Pada kenyataannya sertifikat yang akan
kita terima tidak dapat digunakan untuk transfer/alih pendidikan di perguruan tinggi lain. Hal ini karena sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga kursus hingga saat ini belum diakui untuk dapat disetarakan dengan diploma dari perguruan tinggi. - Fasilitas Pendidikan
Hati-hatilah dengan tampilan fisik. Himbauan ini nggak hanya berlaku kalau kita memilih teman, tetapi berlaku juga jika kita akan memilih suatu perguruan tinggi. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus kami ketahui dalam suatu perguruan tinggi adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), studio dan perpustakaan yang dimiliki..
- Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat
Masa Depan Karir dan Pekerjaan
Lihatlah ke depan setelah Anda lulus nanti. Apakah jurusan yang Anda ambil nanti dapat mengantar Anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya
orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini
rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar
belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun
yang Anda ambil sah-sah saja. Biarkanlah hati dan akal sehat Anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan Anda.
TIPS MEMBUAT KEPUTUSAN SECARA EFEKTIF
Alkisah seorang musafir memasuki sebuah hutan dan dihadapkan pada dua jalan yang sama-sama tidak diketahui jalan mana yang sebaiknya ditempuh. Ia harus memilih salah satu jalan karena masing-masing jalan berbeda arah. Akhirnya ia memilih salah satu jalan karena dijalan itu ada bekas tapak kaki orang. Ia berasumsi jalan ini lebih aman karena pernah dilewati orang. Padahal siapa yang menjamin bahwa jalan yang ia tempuh akan memberikan keamanan? Cepat atau lambat kita semua akan tiba pada persimpangan jalan dimana jalan itu akan bercabang menjadi dua atau lebih. Celakanya kita diharuskan memilih satu diantara sekian banyak pilihan itu. Dalam kasus-kasus tertentu pilihan-pilihan yang ada tersebut tampak sama. Sama-sama menariknya. Bagaimana kita harus memilih? Bagaimana kita membuat keputusan tentang masa depan? Seorang anak yang baru lulus SMU diterima di dua perguruan tinggi favorit. Dia bingung harus menentukan mana yang harus dia pilih. Keduanya mempunyai reputasi yang bagus, fasilitas yang sama-sama lengkap, staf pengajar yang sama baiknya dan pasti kedua perguruan tinggu tersebut akan memuaskan hasratnya untuk menekuni bidang Fisika. Tetapi siapa yang menjamin bahwa masuk salah satu diantaranya akan membuat masa depan lebih cerah dibanding yang lainnya? Bagaimana ia harus memilih?
Kita sudah tahu, bahwa hidup itu adalah sebuah pilihan. Lalu bagaimana kita tahu pilihan yang terbaik buat hidup kita? Bagaimana kita tahu, kapan kita harus berbelok ke kiri, atau berbelok ke kanan? Bagaimana kita tahu bahwa jalan yang kita ambil bukan jalan yang salah? Semakin banyak pilihan bagi kita, semakin bebas kita memilih. Begitulah memang teoriny, tapi begitukah yang terjadi? Saat ini, umumnya orang mengalami ketakutan ketika dihadapkan pada banyak pilihan. Ketakutan itu disebabkan karena adanya rasa khawatir akan kesalahan dalam mengambil keputusan, sehingga akan menghadapkannya pada satu resiko yang tidak diinginkan. Hal ini menimbulkan kecemasan pada individu tersebut. Oleh karena itu, perlu ada suatu strategi untuk membuat suatu keputusan yang tepat.
A. Bagaimana Agar Keputusan Efektif
Untuk mengambil keputusan, perlu dipikirkan agar hasil keputusan efektif. Untuk mendapatkan keputusan yang efektif perlu diperhatikan beberapa hal, sebagai berikut ( Gael Lindenfield, 2003) :
1. Kembangkian Sifat Pribadi dengen meningkatkan Kepercayaan
Kurang percaya diri dan takut merupakan dua hal yang mampu merusak pegangan hidup kita. Kebanyakan orang memerlukan dorongan keras untuk memperbesar rasa percaya diri dan menambah keberanian sebelum mengambil keputusan yang sulit.
2. Fokuskan Arah Tujuan Hidup
Orang yang tegas tidak pernah merasa gentar. Waktu yang ia miliki tidak akan pernah habis terbuang dipersimpangan pilihan. Hal tersebut disebabkan karena mereka memiliki visi dengan jelas akan tujuan hidup yang dikehendakinya. Mereka terbiasa memetakan dan merencanakan rute perjalanan terbaik mereka. Dengan memperjelas impian, tujuan dan nilai-nilai hidup maka akan semakin memeperkokoh seseorang pada kursi kemudi perjalanan hidupnya.
3. Kualitas Putusan (Quality of Decision)
Setelah memfokuskan pada tujuan atau pilihan yang akan kita ambil, selanjutnya kita perlu mencari informasi tentang apa yang akan kita tuju tersebut. Apakah dalam pengambilan keputusan, seorang memiliki sejumlah informasi yang cukup dan relevan? Apakah dalam rangka mendapatkan informasi tersebut perlu melibatkan orang lain?
Kualitas keputusan akan semakin baik apabila cukup mempunyai kesempatan mendapatkan informasi yang relevan, bahwa informasi tersebut berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan memang diperlukan. Menggali informasi yang sekiranya berad dalam lingkup pilihan kita. Informasi yang berlebihan hanya akan membuat kita kewalahan. Informasi akan menjadi pengetahuan bila informasi itu relevan dengan keadaan yang kita butuhkan. Dengan kata lain, bila data tersebut kita gabungkan dengan suatu keputusan, maka jadilah suatu pengetahuan yang bermanfaat. Kuncinya bukanlah pada banyaknya informasi, tetapi pada bagaimana informasi tersebut bisa diaplikasikan pada keputusan kita. Disamping itu, keterlibatan orang lain dalam menyajikan informasi juga sangat penting, karena bagaimanapun juga kita membutuhkan bantuan orang lain untuk mengerjakan masalah beberapa permasalahan teknis.
4. Efisiensi waktu (Time of Efficiency)
Apakah waktu untuk mengambil keputusan cukup tersedia? Apakah perlu didiskusikan terlebih dahulu ?
Membuat keputusan dengan cepat dan efisien adalah suatu cara untuk menghemat waktu. Keraguan dan kecemasan biasanya menjadi dua hal yang memakan waktu kita dalam mengambil keputusan. Kekhawatiran juga merupakan musuh utama dalam mengambil keputusan. Kekhawatiran ibarat sebuah kusi goyang. Ia membuat kita bergerak, namun sama sekali tidak membawa kita kemanapun, atau dengan kata lain, hanya sekedar jalan ditempat.
Dalam praktek, sering terjadi suatu persoalan dibicarakan berlarut-larut tanpa menghasilkan suatu keputusan. Ada saatnya, karena terbatasnya waktu, keputusan harus segera dibuat.
Keempat hal diatas perlu diperhatikan dalam membuat suatu keputusan yang efektif. Setelah memahami keempat hal tersebut, kita akan lebih mudah dalam membuat keputusan, dan membuat rencana untuk menghadapi kemungkinan yang muncul.
B. Mengenal Gaya Pengambilan Keputusan
Tak dapat dipungkiri bahwa setiap orang mempunyai karakter yang berbeda antara satu dan lainnya. Perbedaan ini termasuk bagaimana gaya seseorang mengambil keputusan. Bagaimana gaya anda mengambil keputusan?
Dari hasil survei yang dilakukan oleh Center of Creative Leadership (CCL), terdapat beberapa tipe atau gaya pengambilan keputusan, sebagai berikut:
- Anda memutuskan sendiri. Dalam membuat keptusan tidak memerlukan suatu diskusi dengan siapapun. Dalam mengambil keputusan hanya mengandalkan informasi yang ada secara tertulis.
- Anda mencari informasi, kemudian memutuskannya sendiri. Beusaha mencari informasi dari orang lain sebagai bahan pertimbangan. Pengambil keputusan hanya bertukar pikirab dan tidak memintanya untuk memberi masukan.
- Anda berkonsultasi dengan Orang lain tetapi keputusan tetap anda buat sendiri. Mengajak Orang lain untuk membahas masalah dan meminta masukan dari mereka. Mereka yang di ajak bicara secara selektif kita tentukan sendiri. Masukan atau hasil diskusi diolah sendiri untuk kemudian anda putuskan tanpa melibatkan mereka.
Berdasarkan ketiga tipe gaya pengambilan keputusan tersebut, maka jelaslah dalam membuat suatu keputusan, seperti apapun cara kita mencari informasi, semua akan berakhir pada pribadi kita masing-masing. Artinya, diri sendirilah yang akhirnya memutuskan.
MENGENAL BAKAT PADA DIRI SENDIRI
Bakat seseorang dimiliki sejak ia dilahirkan. Bakat tersebut meliputi bakat akademis dan bakat kemamouan lainnya, seperti seni dan olahraga.
Bakat dapat menjadi kemampuan yang nyata jika dikembangkan dengan baik. Untuk mengembangkna bakat dengan baik diperlukan sifat – sifat yang mendukung. Bakat dan sifat yang dimiliki seseorang dapat menimbulkan minat terhadap suatu hal. Bakat, sifat – sifat, dan minat yang dimiliki individu dapat berbeda antara satu dengan yang lain. penyebab ini menyebabkan cita – cita yang ingin dicapai berubah juga.
1. Pengertian Bakat
Bakat adalah kemampuan yang dibawa sejak lahir. Kemampuan itu jika diberi kesempatan untuk berkembang melalui belajar, akan menjadi kecakapan yang nyata. Sementara itu, bila tidak dikembangkan, kemampuan itu menjadi kecakapan yang nyata.
Beberapa kegiatan dapat dilakukan untuk mengetahui bakat yang kita miliki dengan melihat nilai prestasi belajar melalui rapor, melihat kemampuan lainnya, seperti keterampilan, olahraga, seni, dan dengan melihat pengalaman pribadi kita sendiri.
2. Cara Mengenal Bakat Dibidang Akademis
Bakat akademis adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam bidang mata pelajaran. Seseorang dapat mengetahui bakatnya dalam bidang akademis dengan melihat nilai rapor serta pengalaman yang dimiliki.
Untuk melihat bakat akademis yang kita miliki, kita dapat merinci nilai rapor yang ada dari SD sampai sekarang. Dari nilai tersebut dapat dilihat kecenderungan dimana bakat akademis kita.
3. Cara Mengenal Bakat Pada Kemampuan Yang Lain
Selain bakat akademis, individu juga memiliki bakt kemampuan yang lain, seperti kemampuan dalam bidang olahraga, kemampuan dalam bidang kesenian, dan keterampilan. Kemampuan ini dapat dilihat dari prestasi kita dalam kegiatan tersebut.
4. Cara Mengembangkan Bakat
Bakat akan menjadi kecakapan yang nyata jika dikembangkan melalui belajar. Proses pengembangan bakat membutuhkan biaya, sarana, dan dorongan dari orang lain.bakat yang ada dapat dikembangkan dengan belajar dan mengikuti kegiatan sesuai dengan bakat yang dimiliki seperti mengikuti kursur atau kegiatan ekstrakulikuler di sekolah.
5. Cara Mengenal Sifat Yang Menunjang Pengembangan Bakat
Sifat yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi perkembangan bakat tersebut.sifat seseorang dapat diketahui melalui jenis kegitan yang dilakukan dan hasil yang dicapai. Tiap orang memiliki sifat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.
6. Cara Menyusun Bakat Akademis Dan Bakat Yang Lain
Setelah kita mengenal bakat akademis dan bakat kemampuan yang lainnya, sebaiknya kita membuat tabel yang memuat kesimpulan mengenai bakat yang kita miiki. Mintalah pendapat teman tentang tabel tersebut.
| No. | Jenis Kegiatan | Pendapat Saya | Pendapat Teman | Keterangan | ||||
| B | C | K | B | C | K | |||
| 1. | Bakat akademis
|
|||||||
| 2. | Bakat di bidang lain
|
|||||||
| 3. | Sifat yang dimiliki
|
|||||||