June 16, 2009

Bagaimana Memilih Jurusan Agar Tepat?

Posted in Arum Dyah W (06104241030) at 10:29 pm by adminkarir

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemilihan jurusan agar jurusan yang dipilih tepat, yaitu:

1. Mencari informasi secara detil mengenai jurusan yang diminati. Sebelum  memilih jurusan, hendaknya kita mempunyai informasi yang luas dan detil, mulai dari ilmunya, mata kuliahnya, praktek lapangan, dosen, universitasnya, komunitas sosialnya, kegiatan kampusnya, biaya, alternatif profesi kerja, kualitas alumninya, dsb.

2. Menyadari bahwa jurusan yang dipilih hanya merupakan salah satu anak tangga awal dari dari proses pencapaian karir. Kita perlu tahu realitanya, bahwa jurusan yang dipilih tidak menjamin kesuksesan masa depannya. Jangan dikira bahwa dengan kuliah di jurusan tersebut maka hidupnya kelak pasti sukses seperti yang diiklankan.

3. Jurusan yang dipilih sebaiknya sesuai dengan kemampuan dan minat kita. Jika kita memilih jurusan sesuai dengan kemampuan dan minat, maka diri kita akan mampu bertahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama kuliah, namun jika kita tidak memiliki kemampuan dan minat dalam jurusan yang dipilih, bisa mempengaruhi motivasi belajar.

4. Berpikiran jauh ke depan melihat konsekuensi dari setiap pilihan, apakah mampu menjaga komitmen dan konsekuensi kerja sebagai akibat dari pilihan itu? Di setiap pilihan pasti ada konsekuensi profesi, jangan sampai ingin punya status tapi tidak ingin menjalani konsekuensinya. Jangan sampai ingin jadi dokter tapi tidak siap mendapatkan panggilan mendadak tengah malam dari pasiennya; ingin jadi tentara tapi takut berperang; ingin jadi guru tetapi tidak sabar / tidak senang disuruh menghadapi anak murid. Jadi, kalau sudah punya cita-cita, siapkan mental, fisik dan komitmen untuk mau belajar menghadapi tantangannya.

5. Jurusan yang dipilih sebaiknya sesuai dengan cita-cita. Jika kita bercita-cita menjadi psikolog maka sebaiknya memilih jurusan psikologi bukan jurusan sosiologi atau yang lainnya. Jika ingin menjadi dokter, ya harus mengambil kuliah kedokteran. Pelajari bidang studi yang mempunyai beberapa proses. Misalnya, jika ingin menjadi dokter bedah, maka terlebih dahulu harus menjalani kuliah di kedokteran umum.

6. Menyiapkan beberapa alternatif. Alangkah baiknya jika kita memiliki lebih dari satu alternatif untuk menjaga diri jika tidak masuk di alternatif pertama, maka masih ada kesempatan di alternatif berikutnya. Pemilihan alternatif studi harus diupayakan yang masih sesuai dengan minat dan kemampuan, bukan karena pilihan yang paling besar kemungkinan diterima padahal tidak sesuai minat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: