June 16, 2009

Kunci membuat pilihan ekskul

Posted in Rini Apriyani (06104241001) at 11:00 pm by adminkarir

Paham apa yang diinginkan

Jika kita tidak paham tentang apa yang kita mau, maka orang lain pun tak akan bisa membantu diri kita. Jika kita tidak tahu apa yang akan dipilih, ada baiknya kita mencari informasi tentang semua ekskul yang ada di sekolah kita. Beberapa sekolah tertentu menyelenggarakan ekspo (semacam pameran) ekskul dan kita bisa bertanya apa saja dan melihat kegiatan nyata pelaksanaan program ekskul yang bersangkutan.

Tentukan targetnya

Target dapat membantu kita untuk punya tujuan dan motivasi untuk maju. Tidak harus selalu berkaitan langsung dengan ekskul yang ada, walau akan membantumu jika antara tujuan dan ekskul yang akan kamu pilih berkaitan langsung. Misalnya jika kamu tertarik dan ingin menjadi jurnalis, kamu pilih ekskul jurnalisme atau media siswa.

Pilih jalannya dan jalani

Kalau kita memang akan memprioritaskan sekolah (kita memilih sekolah karena sekolahnya terkenal baik di bidang akademik, misalnya), maka kita harus siap untuk tidak terpilih sebagai anggota utama karena kita tidak bisa ikut latihan tiap sore berturut-turut selama 3 minggu itu (misalnya).

Dan sebaliknya. Jika kita ingin terjun secara profesional di bidang ekskul yang kita jalani (merakit komputer, penari, pemain musik, dsb) dan merasa kegiatan sekolah terlalu mengekang pencapaian tujuan ‘akhir’ kita, bisa jadi ini pertanda kita ‘salah pilih’ sekolah. kita seharusnya pilih sekolah yang lebih longgar atau yang memiliki dukungan tinggi terhadap bidang yang kita minati.

Tentu saja, pilihan kedua sangatlah jarang. Tapi bukan berartihal ini tidak mungkin. Diperlukan kesepakatan dan dukungan dari orangtua untuk pencapaian hidup remaja. Kecuali jika kita siap sepenuhnya lepas dari aturan (dus tanggungan) orangtua.

Tanggung konsekuensinya.

“Capek, nih… Aduh, jangan ulangan besok dong, ada latihan nih!” ingat, ini pilihan kita. kita harus sudah memikirkan kemungkinan ini sedari awal.

Kita harus bersedia menanggung pilihan dan tidak melarikan diri. Alasan mungkin membuat kita dapat dimengerti, tapi alasan tidak memberi pembenaran. Bertanggung jawab atas pilihan adalah ciri manusia dewasa. Siapkah kita menjadi dewasa?

Sumber : http://www.rajaraja.com/tipstrik_detail.php?id_tips=209

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: