June 17, 2009

Bagaimana Cara Mengembangkan Soft Skill??

Posted in Arum Dyah W (06104241030) at 2:53 am by adminkarir

Istilah “hard skill” dan “soft skill” mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita semua. Hard skill adalah kemampuan seseorang yang lebih bersifat teknis, mencakup pendidikan, pengalaman, dan tingkat keahlian, sedangkan soft skill lebih cenderung bersifat nonteknis, tidak berwujud, dan merupakan karakteristik kepribadian seseorang.

Kemampuan intelektual (hard skill) tidak menjamin seseorang akan sukses dalam hidupnya. Tingkat intelektual hanya mendukung 20 persen dari pencapaian prestasi dan keberhasilan seseorang, sementara 80 persennya, berasal dari kemampuan kepribadian (soft skill).

 

Macam-Macam Soft Skill

 

1.  Mengenal Diri Sendiri

Kita perlu menyadari kelemahan dan kelebihan masing-masing, dan usaha-usaha apa yang seharusnya kita lakukan supaya lebih berhasil di kemudian hari. Kita dapat mengenal diri sendiri jika kita dapat menunjukkan sikap sebagai berikut:

a.  Merasa aman dengan diri sendiri (security)

Merasa aman dengan diri sendiri berarti mempunyai rasa percaya diri, rasa harga diri, dan tidak merasa cemas serta gelisah tentang diri sendiri.

b.  Percaya pada orang lain (trust)

Percaya pada orang lain berarti mampu untuk memberikan sesuatu dari diri sendiri dan menerima sesuatu dari kepribadian orang lain.

c.  Memiliki keteguhan hati (courage)

Memiliki keteguhan hati berarti berani mengambil risiko tidak selalu mendapat tanggapan yang positif atau mendapatkan balas jasa dalam bentuk dikagumi serta dihargai.

 

2.  Memahami Orang Lain

Kita perlu memiliki keterbukaan hati dan kebebasan dari cara berpikir yang kaku menurut keyakinan/pandangan pribadi, yang ditandai oleh sikap sebagai berikut:

a. Peka (sensitivity)

Keterbukaan hati dan pikiran memungkinkan kita menjadi peka terhadap pikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh orang lain, baik dengan kata-kata maupun dengan ungkapan nonverbal, dan ikut menghayatinya tanpa kehilangan identitasnya sendiri.

b. Empati (Emphatic understanding)

Kita mampu mendalami pikiran dan menghayati perasaan orang lain seolah-olah kita pada saat itu menjadi orang lain tersebut, tanpa kehilangan kesadaran akan pikiran serta perasaan pada diri sendiri.

 

3.  Kemampuan Berkomunikasi dengan Orang Lain

Kemampuan ini jelas bertumpu pada kemampuan untuk memahami orang lain. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain pada taraf pertemuan antarpribadi terdiri dari beberapa sikap, yaitu:

a. Berhati tulus ikhlas/sejati (genuine)

Bersikap sejati atau berhati tulus, berarti berkata-kata dan berbuat tanpa berpura-pura (jujur dan terus terang).

b. Tidak menguasai orang lain (nondominance)

Tidak menguasai orang lain berarti secara sadar tidak akan memaksakan kehendaknya sendiri kepada orang lain, secara sadar tidak akan memaksa orang lain ke cara berpikir serta cara bertindak tertentu.

c. Mendengarkan dengan baik (listening)

Mampu mendengarkan dengan baik berarti berusaha menangkap apa yang sebenarnya diungkapkan oleh orang lain, tidak hanya mendengar aneka bunyi yang diucapkan, tetapi juga menggali makna dalam kata-kata itu.

d. Menghargai orang lain (positive regard)

Menghargai orang lain berarti dapat mendekati orang lain dan didekati oleh orang lain, dengan sikap yang positif dan kerelaan menerima orang lain apa adanya.

e. Mampu berkomunikasi verbal (verbal communication)

Kita harus terampil menyampaikan pikiran dan perasaan dalam kata-kata yang memadai, baik pikiran dan perasaan sendiri maupun orang lain.

f.  Memahami isyarat nonverbal (nonverbal communication)

Dalam berkomunikasi verbal, kita perlu menyadari efek dari kata-kata yang disampaikan kepada orang lain, dan kecocokan antara kata-kata yang diucapkan dan isyarat-isyarat nonverbal.

 

Pengembangan Soft Skill

Pengembangan soft skill berhubungan erat dengan kecerdasan emosi (EQ). Ada dua hal utama yang berkaitan dengan kecerdasan emosi, yaitu mengenali dan mengelola emosi. Jika kita sudah mengenal emosi diri kita dengan baik, maka kita dapat mengelolanya dengan mudah, sehingga kecerdasan emosi mudah pula untuk dibangun dan dikembangkan. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan emosi:

 

1.  Mengatur Emosi

Diri kita adalah tuan dari emosi kita (I Am the Master of My Emotion), sehingga kita bisa mengatur menjadi seperti apapun bentuk emosi kita. Oleh karena itu, agar emosi tetap berada di level yang baik/positif, maka kita harus pandai-pandai memilih informasi yang kita terima. Informasi yang dirasa dapat mengganggu diri kita sebaiknya ditelaah terlebih dahulu.

 

2.  Mengkomunikasikan Diri dengan Baik

Terkadang orang lain bisa salah persepsi jika kita keliru mengkomunikasikan diri kita. Oleh karena itu komunikasi yang baik akan menghasilkan emosi yang baik pula, yang akan berguna untuk rencana hidup kita.

 

3.  Mengubah Pandangan Terhadap Sesuatu

Setiap orang mempunyai pandangan dan sikap tersendiri terhadap sesuatu. Terkadang pandangan dan sikap mereka berbeda dengan pandangan kita. Perbedaan inilah yang menuntut kita untuk mau melihat suatu hal dari kacamata oranglain dengan mengajukan pertanyaan yang tepat.

 

4.  Selalu Berinteraksi dengan Orang Lain

Berinteraksi dengan orang lain memberi kesempatan kepada kita untuk memahami diri sendiri atas tanggapan orang lain terhadap sikap dan perilaku yang kita tampilkan. Dari tanggapan orang lain tersebut, kita bisa belajar sikap dan perilaku yang harus kita tampilkan pada situasi dan kondisi tertentu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: