June 18, 2009

TIPS MEMBUAT KEPUTUSAN SECARA EFEKTIF

Posted in Kusuma Wardani (06104241022) at 12:05 am by adminkarir

Kita sudah tahu, bahwa hidup itu adalah sebuah pilihan. Lalu bagaimana kita tahu pilihan yang terbaik buat hidup kita? Bagaimana kita tahu, kapan kita harus berbelok ke kiri, atau berbelok ke kanan? Bagaimana kita tahu bahwa jalan yang kita ambil bukan jalan yang salah? Semakin banyak pilihan bagi kita, semakin bebas kita memilih. Begitulah memang teoriny, tapi begitukah yang terjadi? Saat ini, umumnya orang mengalami ketakutan ketika dihadapkan pada banyak pilihan. Ketakutan itu disebabkan karena adanya rasa khawatir akan kesalahan dalam mengambil keputusan, sehingga akan menghadapkannya pada satu resiko yang tidak diinginkan. Hal ini menimbulkan kecemasan pada individu tersebut. Oleh karena itu, perlu ada suatu strategi untuk membuat suatu keputusan yang tepat.

Bagaimana Agar Keputusan Efektif

Untuk mengambil keputusan, perlu dipikirkan agar hasil keputusan efektif. Untuk mendapatkan keputusan yang efektif perlu diperhatikan beberapa hal, sebagai berikut ( Gael Lindenfield, 2003) :

Kembangkian Sifat Pribadi dengen meningkatkan Kepercayaan

Kurang percaya diri dan takut merupakan dua hal yang mampu merusak pegangan hidup kita. Kebanyakan orang memerlukan dorongan keras untuk memperbesar rasa percaya diri dan menambah keberanian sebelum mengambil keputusan yang sulit.

2.      Fokuskan Arah Tujuan Hidup

Orang yang tegas tidak pernah merasa gentar. Waktu yang ia miliki tidak akan pernah habis terbuang dipersimpangan pilihan. Hal tersebut disebabkan karena mereka memiliki visi dengan jelas akan tujuan hidup yang dikehendakinya. Mereka terbiasa memetakan dan merencanakan rute perjalanan terbaik mereka. Dengan memperjelas impian, tujuan dan nilai-nilai hidup maka akan semakin memeperkokoh seseorang pada kursi kemudi perjalanan hidupnya.

3.       Kualitas Putusan (Quality of Decision)

Setelah memfokuskan pada tujuan atau pilihan yang akan kita ambil, selanjutnya kita perlu mencari informasi tentang apa yang akan kita tuju tersebut. Apakah dalam pengambilan keputusan, seorang memiliki sejumlah informasi yang cukup dan relevan? Apakah dalam rangka mendapatkan informasi tersebut perlu melibatkan orang lain?

Kualitas keputusan akan semakin baik apabila cukup mempunyai kesempatan mendapatkan informasi yang relevan, bahwa informasi tersebut berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan memang diperlukan.  Menggali informasi yang sekiranya berad dalam lingkup pilihan kita. Informasi yang berlebihan hanya akan membuat kita kewalahan. Informasi akan menjadi pengetahuan bila informasi itu relevan dengan keadaan yang kita butuhkan. Dengan kata lain, bila data tersebut kita gabungkan dengan suatu keputusan, maka jadilah suatu pengetahuan yang bermanfaat. Kuncinya bukanlah pada banyaknya informasi, tetapi pada bagaimana informasi tersebut bisa diaplikasikan pada keputusan kita. Disamping itu, keterlibatan orang lain dalam menyajikan informasi juga sangat penting, karena bagaimanapun juga kita membutuhkan bantuan orang lain untuk mengerjakan masalah beberapa permasalahan teknis.

4. Efisiensi waktu (Time of Efficiency)

Apakah waktu untuk mengambil keputusan cukup tersedia? Apakah perlu didiskusikan terlebih dahulu ?

Membuat keputusan dengan cepat dan efisien adalah suatu cara untuk menghemat waktu. Keraguan dan kecemasan biasanya menjadi dua hal yang memakan waktu kita dalam mengambil keputusan. Kekhawatiran juga merupakan musuh utama dalam mengambil keputusan. Kekhawatiran ibarat sebuah kusi goyang. Ia membuat kita bergerak, namun sama sekali tidak membawa kita kemanapun, atau dengan kata lain, hanya sekedar jalan ditempat.

Dalam praktek, sering terjadi suatu persoalan dibicarakan berlarut-larut tanpa menghasilkan suatu keputusan. Ada saatnya, karena terbatasnya waktu, keputusan harus segera dibuat.

Keempat hal diatas perlu diperhatikan dalam membuat suatu keputusan yang efektif. Setelah memahami keempat hal tersebut, kita akan lebih mudah dalam membuat keputusan, dan membuat rencana untuk menghadapi kemungkinan yang muncul.

Mengenal  Gaya Pengambilan Keputusan

Tak dapat dipungkiri bahwa setiap orang mempunyai karakter yang berbeda antara satu dan lainnya. Perbedaan ini termasuk bagaimana gaya seseorang mengambil keputusan. Bagaimana gaya anda mengambil keputusan?

Dari hasil survei yang dilakukan oleh Center of Creative Leadership (CCL), terdapat beberapa tipe atau gaya pengambilan keputusan, sebagai berikut:

  1. Anda memutuskan sendiri. Dalam membuat keptusan tidak memerlukan suatu diskusi dengan siapapun. Dalam mengambil keputusan hanya mengandalkan informasi yang ada secara tertulis.
  2. Anda mencari informasi, kemudian memutuskannya sendiri. Beusaha mencari informasi dari orang lain sebagai bahan pertimbangan. Pengambil keputusan hanya bertukar pikirab dan tidak memintanya untuk memberi  masukan.
  3. Anda berkonsultasi dengan Orang lain tetapi keputusan tetap anda buat sendiri. Mengajak Orang lain untuk membahas masalah dan meminta masukan dari mereka. Mereka yang di ajak bicara secara selektif kita tentukan sendiri. Masukan atau hasil diskusi diolah sendiri untuk kemudian anda putuskan tanpa melibatkan mereka.

Berdasarkan ketiga tipe gaya pengambilan keputusan tersebut, maka jelaslah dalam membuat suatu keputusan, seperti apapun cara kita mencari informasi, semua akan berakhir pada pribadi kita masing-masing. Artinya, diri sendirilah yang akhirnya memutuskan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: